Sebuah studi baru memakai tikus untuk melihat pemulihan setelah sayatan kecil. Para peneliti menghambat TNF-α, yaitu molekul sinyal imun, dengan beberapa metode termasuk obat yang juga dipakai manusia. Mereka mengira pemblokiran akan mengurangi nyeri, tetapi hasilnya berlawanan dan tikus mengalami nyeri lebih lama.
Para peneliti mencatat bahwa pada manusia nyeri pascaoperasi biasanya sembuh pada sekitar 90% pasien, dan sekitar 10% berkembang menjadi nyeri kronis. Tim mengingatkan agar tidak berhenti semua pengobatan antiinflamasi karena beberapa situasi masih membutuhkan pengurangan peradangan.
Kata-kata sulit
- menghambat — membuat sesuatu berjalan lebih lambat atau berhenti
- molekul — bagian sangat kecil dari zat atau sel
- nyeri — rasa sakit di bagian tubuh
- kronis — berlangsung lama dan tidak cepat hilang
- antiinflamasi — mengurangi atau melawan peradangan pada tubuh
- pemulihan — proses tubuh kembali sehat setelah sakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu atau keluarga merasakan nyeri setelah operasi? Apa yang membantu?
- Menurutmu, kapan perlu mengurangi peradangan dengan obat?
- Bagaimana perasaanmu membaca bahwa pemblokiran TNF-α membuat nyeri lebih lama?
Artikel terkait
Perawatan dua langkah aktifkan regenerasi pada mamalia
Penelitian Texas A&M di Nature Communications menunjukkan perawatan dua langkah setelah luka menutup dapat merangsang jaringan mirip blastema dan memicu pembentukan kembali tulang serta jaringan ikat pada mamalia. Metode ini mungkin cepat diuji secara klinis.
Reseptor NR4A1 dan kemungkinan manfaat kopi
Penelitian menunjukkan reseptor NR4A1 mungkin menjelaskan bagaimana senyawa dalam kopi melindungi sel dari kerusakan terkait penuaan. Kafein tampaknya bukan pemicu utama, dan studi ini bersifat mekanistik, bukan bukti langsung pada manusia.
Varian Gen Tingkatkan Risiko Gagal Jantung pada Anak dengan Miokarditis
Studi menemukan varian genetik lebih sering pada anak yang mengembangkan kardiomiopati dilatasi setelah miokarditis dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mendukung pemeriksaan genetik dan tindakan klinis pada anak dengan miokarditis dan gagal jantung.