Peneliti dari beberapa universitas mengembangkan Content Dimensions–Overton Window–Perceived Utility (COP) Model untuk menjelaskan perilaku pembaca terhadap berita palsu. Model ini menelaah tiga dimensi: kebenaran, daya emosional, dan relevansi. Jendela Overton membantu menunjukkan gagasan mana yang dianggap dapat diterima oleh publik saat itu.
Untuk menguji model mereka, tim menganalisis lebih dari 10.000 cuitan tentang COVID-19. Mereka mengukur jumlah like dan status "di-ratio" (mendapat lebih banyak komentar negatif daripada like), serta melakukan analisis emosi dan sentimen untuk menilai nada, kepercayaan, dan relevansi konten.
Hasil menunjukkan orang merespons kuat terhadap nada emosional, terutama emosi negatif seperti takut, marah, dan jijik. Bahkan konten yang kurang benar cenderung mendapat like dan dibagikan jika terasa berguna secara emosional dan relevan. Para peneliti menyarankan platform menggunakan rasio like terhadap balasan dan nada emosional sebagai indikator, dan mendorong literasi media untuk mengurangi misinformasi.
Kata-kata sulit
- dimensi — aspek atau sisi berbeda dari suatu masalah
- relevansi — kaitan penting antara sesuatu dan konteksnya
- analisis — penelaahan atau pengolahan data untuk memahami
- sentimen — perasaan atau sikap umum terhadap sesuatu
- rasio — perbandingan jumlah antara dua hal
- literasi — kemampuan membaca dan memahami medialiterasi media
- misinformasi — informasi salah yang menyesatkan banyak orang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda membagikan berita yang menimbulkan emosi kuat? Jelaskan alasan singkatnya.
- Menurut Anda, apakah rasio like terhadap balasan bisa membantu menemukan informasi salah? Mengapa atau mengapa tidak?
- Langkah sederhana apa yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan literasi media sehari-hari?
Artikel terkait
Media Sosial: Manfaat dan Risiko Informasi
Media sosial memberi dukungan dan informasi, tetapi juga menyebarkan ujaran kebencian, kebohongan, dan bahaya nyata. Perubahan kebijakan dan teknologi—termasuk keputusan Meta Januari 2025 dan AI generatif—memperbesar manfaat sekaligus risiko.
Lemak dalam susu formula bisa memengaruhi hati bayi
Penelitian pada anak babi menunjukkan formula dengan lemak rantai sedang menyebabkan penumpukan lemak di hati lebih cepat dibandingkan lemak rantai panjang. Peneliti menekankan ASI tetap menjadi standar terbaik dan akan melanjutkan studi.
Jeda Singkat di Media Sosial untuk Kurangi Misinformasi
Peneliti dari University of Copenhagen meneliti cara sederhana untuk memperlambat penyebaran misinformasi di media sosial. Mereka menemukan bahwa menambah jeda kecil dan elemen pembelajaran dapat mengurangi pembagian impulsif dan meningkatkan kualitas unggahan yang dibagikan.