Kelompok peneliti yang dipimpin Maria Steenland bersama Benjamin Brown dan Marie Thoma menemukan bahwa risiko kematian akibat kehamilan jauh lebih tinggi dibanding aborsi. Mereka mencatat bahwa rasio baru ini lebih besar daripada estimasi yang sering dikutip sebelumnya.
Studi memakai data 2018 sampai 2021 dan melaporkan rata-rata tahunan kematian maternal per 100.000 kelahiran hidup serta angka tertinggi pada 2021. Penelitian mendefinisikan kematian terkait kehamilan sebagai kematian yang terjadi selama kehamilan atau dalam satu tahun setelah kehamilan berakhir.
Para peneliti mengidentifikasi ratusan penyebab yang terkait kehamilan, antara lain gangguan hipertensi, perdarahan obstetrik, komplikasi penyakit jantung dan ginjal kronis, serta berbagai infeksi. Mereka mengeluarkan penyebab nonspesifik dan mengecualikan kematian karena COVID-19 serta kematian setelah keguguran atau aborsi yang dilakukan sendiri.
Penulis menekankan bahwa memaksa orang melanjutkan kehamilan dapat meningkatkan risiko kematian dan bahaya lain, serta menyoroti kebutuhan untuk menurunkan angka kematian bagi semua yang hamil, melahirkan, dan masa nifas.
Kata-kata sulit
- risiko — kemungkinan sesuatu buruk terjadi pada seseorang
- kematian maternal — kematian yang terjadi karena kehamilan atau persalinan
- rasio — perbandingan antara dua angka atau ukuran
- perdarahan obstetrik — perdarahan yang terjadi saat atau setelah persalinan
- mengecualikan — tidak memasukkan sesuatu dalam suatu kelompok atau data
- masa nifas — periode waktu setelah melahirkan saat tubuh pulih
- keguguran — kehilangan kehamilan sebelum janin dapat hidup
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda kebijakan yang memaksa orang melanjutkan kehamilan dapat memengaruhi keselamatan mereka?
- Langkah apa yang bisa diambil untuk menurunkan angka kematian bagi orang yang hamil dan melahirkan di komunitas?
- Apakah data 2018–2021 menurut Anda cukup untuk melihat tren kematian maternal? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Penelitian: Makanan Ultra-Olah Bisa Bersifat Adiktif seperti Tembakau
Analisis peneliti dari beberapa universitas menyatakan banyak makanan ultra-olahan dirancang untuk mendorong konsumsi berulang dan memiliki kemiripan sifat adiktif dengan produk tembakau. Penelitian ini dipublikasikan di The Milbank Quarterly.
Peneliti Mengamati Virus Flu Masuk ke Sel Hidup
Peneliti dari Swiss dan Jepang mengembangkan metode mikroskopi baru, ViViD-AFM, untuk melihat bagaimana virus influenza masuk ke sel manusia hidup. Mereka menemukan sel aktif menangkap virus dan metode ini berguna untuk riset obat dan vaksin.
Obat oral baru untuk penyakit tidur: acoziborole disetujui
Acoziborole, obat oral baru untuk penyakit tidur, disetujui oleh regulator Eropa. Uji di Republik Demokratik Kongo dan Guinea menunjukkan keberhasilan hingga 96 persen, dan obat memungkinkan diagnosis serta pengobatan dalam satu kunjungan.
Pemetaan Presisi Membantu Temukan Skistosomiasis
Sebuah studi panjang menemukan alat pemetaan presisi tinggi yang dapat menentukan lokasi skistosomiasis hingga skala rumah tangga. Penelitian mengikuti infeksi di pedesaan barat daya China dan menekankan perlunya pengawasan lanjutan dan perbaikan sanitasi.