Sebuah uji klinis besar di Amerika Serikat menguji apakah latihan terstruktur dapat mengurangi kabut otak saat pasien menjalani kemoterapi. Semua peserta menerima kemoterapi untuk pertama kali dan dibagi acak ke dua kelompok: perawatan biasa atau program latihan enam minggu bernama EXCAP.
EXCAP adalah program berbasis rumah, murah, dan dipersonalisasi. Peserta mencatat langkah dan latihan. Sebelum kemoterapi pasien biasanya berjalan beberapa ribu langkah per hari. Selama kemoterapi, kelompok latihan umumnya mempertahankan aktivitas lebih baik, sedangkan kelompok perawatan biasa menurunkan langkah. Pasien yang berlatih melaporkan kondisi mental yang lebih tajam. Peneliti menyoroti bahwa intervensi non-farmakologis seperti olahraga dan mindfulness mudah digunakan di rumah.
Kata-kata sulit
- uji klinis — penelitian terkontrol untuk menguji pengobatan atau intervensi
- kabut otak — perubahan pada kemampuan berpikir dan fokus
- kemoterapi — pengobatan kanker dengan obat untuk membunuh sel
- intervensi non-farmakologis — tindakan untuk membantu tanpa obat
- personalisasi — penyesuaian program sesuai kebutuhan tiap orangdipersonalisasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, mengapa latihan bisa membantu mengurangi kabut otak?
- Apakah Anda lebih suka program latihan di rumah atau di pusat kesehatan? Mengapa?
- Bagaimana keluarga bisa membantu pasien yang menjalani kemoterapi tetap aktif?
Artikel terkait
Permintaan Mineral untuk Energi Bersih Menyebabkan Masalah di Wilayah Miskin
Laporan PBB memperingatkan bahwa permintaan cepat terhadap mineral seperti lithium, kobalt dan grafit menyebabkan kerusakan lingkungan, kekurangan air, dan masalah kesehatan di beberapa wilayah termiskin, sementara negara kaya mendapat manfaat ekonomi lebih besar.
Banyak Pengunjung Taman Tidak Siap di Jalur Alam
Cuaca hangat membuat lebih banyak orang ke taman dan jalur. Studi di Taman Nasional Rocky Mountain menemukan banyak pendaki dan pelari tidak membawa perlengkapan darurat yang diperlukan dan menyarankan pendidikan serta strategi pencegahan.
Pola Makan Tradisional Afrika Kurangi Peradangan
Studi gabungan menemukan bahwa beralih ke pola makan tradisional Afrika menurunkan peradangan dan memperkuat respons kekebalan, sedangkan pola makan Barat meningkatkan peradangan. Hasil ini relevan untuk kenaikan penyakit tidak menular di Sub-Sahara Afrika.
Wabah Kolera Meluas di Semua Negara Bagian Sudan
Wabah kolera yang mulai pada Juli 2024 telah menyebar ke 133 wilayah di semua 18 negara bagian Sudan dengan lebih dari 105,000 kasus dan lebih dari 2,600 kematian. Musim hujan dan perpindahan penduduk memperburuk situasi dan dana darurat dibutuhkan.