Sebuah uji klinis besar di Amerika Serikat menguji apakah latihan terstruktur dapat mengurangi kabut otak saat pasien menjalani kemoterapi. Semua peserta menerima kemoterapi untuk pertama kali dan dibagi acak ke dua kelompok: perawatan biasa atau program latihan enam minggu bernama EXCAP.
EXCAP adalah program berbasis rumah, murah, dan dipersonalisasi. Peserta mencatat langkah dan latihan. Sebelum kemoterapi pasien biasanya berjalan beberapa ribu langkah per hari. Selama kemoterapi, kelompok latihan umumnya mempertahankan aktivitas lebih baik, sedangkan kelompok perawatan biasa menurunkan langkah. Pasien yang berlatih melaporkan kondisi mental yang lebih tajam. Peneliti menyoroti bahwa intervensi non-farmakologis seperti olahraga dan mindfulness mudah digunakan di rumah.
Kata-kata sulit
- uji klinis — penelitian terkontrol untuk menguji pengobatan atau intervensi
- kabut otak — perubahan pada kemampuan berpikir dan fokus
- kemoterapi — pengobatan kanker dengan obat untuk membunuh sel
- intervensi non-farmakologis — tindakan untuk membantu tanpa obat
- personalisasi — penyesuaian program sesuai kebutuhan tiap orangdipersonalisasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Menurut Anda, mengapa latihan bisa membantu mengurangi kabut otak?
- Apakah Anda lebih suka program latihan di rumah atau di pusat kesehatan? Mengapa?
- Bagaimana keluarga bisa membantu pasien yang menjalani kemoterapi tetap aktif?
Artikel terkait
Kondisi Kesehatan Mental Tingkatkan Risiko Cedera
Studi besar menemukan orang dengan kondisi kesehatan mental lebih sering mengalami cedera fisik, termasuk melukai diri sendiri, penyerangan, serta kecelakaan dan jatuh. Penelitian menyoroti perlunya pencegahan cedera dalam layanan kesehatan mental.
Vaksin eksperimental menunjukkan hasil menjanjikan untuk CCHF pada tikus
Studi pada tikus melaporkan vaksin eksperimental terhadap Crimean-Congo hemorrhagic fever (CCHF) yang menggunakan partikel mirip virus tidak replikasi. Antibodi terdeteksi hingga 18 bulan dan langkah berikutnya adalah produksi skala besar sebelum uji klinis manusia.
Risiko penyakit jantung terkait patah tulang pada wanita pascamenopause
Sebuah studi menemukan hubungan antara risiko kardiovaskular dan patah tulang pada wanita pascamenopause. Penelitian menggunakan skor PREVENT (2024) pada lebih dari 21,000 peserta dan melaporkan hubungan paling kuat untuk patah pinggul.
Terapi Alternatif Terkait Kelangsungan Hidup Kanker Payudara
Sebuah studi menemukan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (CAM) terkait dengan penurunan kelangsungan hidup pasien kanker payudara. Analisis data lebih dari 2 juta pasien menunjukkan risiko kematian lebih tinggi pada pengguna CAM saja dan pada kombinasi terapi.