- Banyak pasien yang menerima kemoterapi merasakan kabut otak.
- Kabut otak membuat tugas sehari-hari menjadi sulit dan melelahkan.
- Peneliti menguji program latihan sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
- Program latihan itu bernama EXCAP dan berlangsung enam minggu.
- Peserta diminta mencatat jumlah langkah dan latihan setiap hari.
- Sebelum kemoterapi pasien biasanya berjalan beberapa ribu langkah.
- Banyak orang dalam kelompok latihan mempertahankan langkah biasa.
- Kelompok perawatan biasa menurunkan langkah harian dengan jelas.
- Latihan juga membuat beberapa pasien melaporkan pikiran lebih tajam.
Kata-kata sulit
- kemoterapi — pengobatan kanker dengan obat-obat kuat
- kabut otak — kesulitan berpikir dan fokus setelah pengobatan
- peneliti — orang yang melakukan penelitian atau studi
- mencatat — menulis informasi supaya bisa dilihat lagi
- mempertahankan — menjaga agar tetap sama atau tidak berubah
- menurunkan — membuat jumlah atau tingkat jadi lebih rendah
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka berjalan setiap hari?
- Apakah kamu ingin mencoba latihan di rumah selama enam minggu?
- Pernahkah kamu mencatat aktivitas harianmu?
Artikel terkait
Dry January: Istirahat Minum Alkohol Sebulan
Setiap Januari jutaan orang mengikuti Dry January dan berhenti minum alkohol selama 31 hari. Orang ikut karena alasan kesehatan, dukungan komunitas lewat media sosial, dan tujuan yang jelas, tapi ada juga kekhawatiran dan saran profesional.
Remaja di Hong Kong Menggunakan Chatbot sebagai Teman Emosional
Laporan 12 Oktober 2025 menunjukkan remaja di Hong Kong memakai chatbot seperti Xingye dan Character.AI untuk dukungan emosional. Para ahli peringatkan risiko, dan beberapa pengembang mencoba membuat alat yang lebih aman.
Pembakaran plastik untuk bahan bakar di kota berpendapatan rendah dan menengah
Sebuah studi di 26 negara menemukan pembakaran limbah plastik sebagai bahan bakar rumah tangga umum di kota-kota berpendapatan rendah dan menengah. Peneliti menjelaskan penyebab, risiko kesehatan, dan solusi yang diusulkan oleh peserta.