Peneliti melaporkan hasil awal dari uji klinis fase 2 yang menggunakan terapi antibodi untuk membersihkan sisa multiple myeloma. Uji ini dilakukan di beberapa pusat dan melibatkan pasien yang menerima obat bernama linvoseltamab.
Linvoseltamab adalah antibodi bispesifik yang menghubungkan sel T dengan sel myeloma sehingga sel T dapat menyerang kanker. Setelah pengobatan, dokter memeriksa sumsum tulang dengan tes yang sangat sensitif dan tidak menemukan sel kanker pada pasien yang menyelesaikan terapi.
Dokter menggunakan istilah penyakit sisa minimal (MRD) untuk sel kanker kecil yang tersisa. Beberapa pasien mengalami efek samping seperti penurunan sel darah dan infeksi, tetapi peneliti menilai keamanan obat ini dapat diterima. Studi diperbesar untuk melihat hasil jangka panjang.
Kata-kata sulit
- antibodi — protein yang membantu tubuh melawan penyakitantibodi bispesifik
- sumsum tulang — bagian dalam tulang tempat sel darah dibuat
- sel T — jenis darah putih yang membantu melawan penyakit
- uji klinis — penelitian pada pasien untuk menilai obat baru
- efek samping — reaksi negatif atau tidak diinginkan setelah pengobatan
- penyakit sisa minimal — jumlah kecil sel kanker yang tetap ada
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Jika Anda atau anggota keluarga menjadi pasien, apakah Anda mau mencoba terapi baru seperti ini? Mengapa atau mengapa tidak?
- Apakah Anda merasa pemeriksaan sumsum tulang penting setelah pengobatan? Jelaskan singkat.
- Bagaimana perasaan Anda tentang obat yang dinilai "keamanannya dapat diterima" meski ada efek samping?
Artikel terkait
Penyintas Kanker Muda Menua Lebih Cepat
Studi baru menemukan penyintas kanker remaja dan dewasa muda menunjukkan penuaan biologis lebih cepat, termasuk perubahan sel dan fungsi otak yang berkaitan dengan memori dan perhatian. Peneliti sedang menguji intervensi seperti olahraga dan nutrisi.
Waktu Hari Memengaruhi Efek Kemoterapi pada Glioblastoma
Penelitian menemukan waktu hari memengaruhi respons glioblastoma terhadap kemoterapi temozolomide. Aktivitas enzim MGMT berubah sepanjang hari, dan waktu biopsi juga dapat memengaruhi penilaian metilasi tumor. Temuan ini mendorong penelitian klinis lanjut pada kronomedisin.
Tambalan Mikronada untuk Memulihkan Jantung Setelah Serangan Jantung
Para peneliti mengembangkan tambalan biodegradable dengan mikronada yang melepaskan interleukin-4 (IL-4) langsung ke permukaan jantung. Pendekatan ini mengubah makrofag menjadi penyembuh, mengurangi jaringan parut, dan menjaga pengobatan tetap lokal.