LingVo.club
📖+40 XP
🎧+25 XP
+45 XP
Latihan EXCAP dan kabut otak pada pasien kemoterapi — Level B2 — a group of people walking along a pier next to the ocean

Latihan EXCAP dan kabut otak pada pasien kemoterapiCEFR B2

17 Mar 2026

Diadaptasi dari U. Rochester-URMC, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Meadow Marie, Unsplash

Level B2 – Menengah-atas
5 mnt
270 kata

Banyak pasien kemoterapi melaporkan gangguan kognitif yang disebut "chemo brain". Studi terbaru menilai apakah resep latihan terstruktur dapat mengurangi gejala ini selama perawatan. Temuan menunjukkan bahwa latihan yang disesuaikan bisa membantu pasien tetap lebih aktif dan merasa lebih tajam secara mental.

Penelitian dipimpin oleh Karen Mustian dan Po-Ju Lin dari Wilmot Cancer Institute di University of Rochester. Ini adalah uji klinis fase 3 yang merekrut hampir 700 pasien dari 20 klinik onkologi komunitas di seluruh AS. Semua peserta sedang menerima kemoterapi untuk pertama kali untuk berbagai jenis kanker. Mereka dipilih secara acak untuk menerima perawatan standar tanpa olahraga atau program latihan enam minggu bernama EXCAP, yang dikembangkan bersama American College of Sports Medicine. EXCAP adalah program berbiaya rendah, berbasis rumah, dan dipersonalisasi; ia menggabungkan jalan aerobik progresif dengan latihan menggunakan band resistensi.

Semua peserta mencatat jumlah langkah harian dan latihan yang dilakukan. Sebelum kemoterapi, pasien rata-rata berjalan sekitar 4.000–4.500 langkah per hari, tetapi biasanya aktivitas menurun selama kemoterapi karena kelelahan, kelemahan, mual, atau faktor lain. Banyak orang dalam kelompok latihan mampu mempertahankan jumlah langkah mereka, sementara kelompok perawatan standar mengurangi langkah harian secara signifikan. Pasien yang mengikuti resep latihan juga melaporkan kondisi mental yang lebih tajam. Manfaat paling kuat tampak pada pasien dengan siklus kemoterapi dua minggu; para peneliti belum mengetahui pasti alasannya, namun menyarankan perbedaan toksisitas obat dan efek samping mungkin berperan. Po-Ju Lin menekankan bahwa intervensi non-farmakologis seperti olahraga, pelatihan kognitif, dan mindfulness penting karena relatif aman, mudah diakses, dan sering berbasis rumah. Studi ini dimuat di JNCCN dan dilaksanakan melalui University of Rochester/National Cancer Institute Community Oncology Research Program Research Base.

Kata-kata sulit

  • kemoterapipengobatan kanker menggunakan obat yang kuat
  • gangguan kognitifkesulitan berpikir, mengingat, atau konsentrasi
  • uji klinispenelitian terkontrol yang menguji pengobatan pada pasien
  • resep latihanrencana latihan yang diberikan untuk pasien
  • personalisasidisesuaikan dengan kebutuhan atau kondisi individu
    dipersonalisasi
  • berbasis rumahdilakukan di rumah, bukan di fasilitas khusus
  • resistensikekuatan menahan atau melawan, misalnya pada otot
  • toksisitastingkat racun atau efek berbahaya obat pada tubuh

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apa keuntungan dan keterbatasan intervensi non-farmakologis seperti olahraga dibandingkan obat selama kemoterapi?
  • Bagaimana program berbasis rumah seperti EXCAP bisa memengaruhi akses perawatan bagi pasien di lokasi terpencil?
  • Jika Anda merancang versi lokal EXCAP untuk komunitas Anda, perubahan apa yang akan Anda buat agar lebih sesuai?

Artikel terkait