Analisis baru oleh tim peneliti yang dipimpin Maria Steenland, dengan Benjamin Brown dan Marie Thoma, menunjukkan bahwa perbedaan risiko kematian antara kehamilan dan aborsi selama ini diremehkan. Studi ini melaporkan rasio risiko yang jauh lebih tinggi dibanding estimasi yang sering dikutip sebelumnya dan menjelaskan mengapa angka lama tidak lagi akurat.
Penelitian menggunakan data 2018–2021, termasuk sumber resmi seperti US National Vital Statistics System untuk kematian dan kelahiran, Pregnancy Mortality Surveillance System untuk kematian terkait aborsi, serta data jumlah aborsi dari Guttmacher Institute. Untuk estimasi yang konservatif, tim mengeluarkan kategori nonspesifik seperti "other specified pregnancy-related conditions" dan mengecualikan kematian akibat COVID-19 serta kematian setelah keguguran atau aborsi yang dilakukan sendiri.
Salah satu faktor penting yang memengaruhi perubahan estimasi adalah perbaikan catatan kematian: kotak centang kehamilan ditambahkan pada akta kematian sejak 2003 dan diimplementasikan penuh pada 2018. Perubahan ini mengurangi penghitungan yang kurang lengkap namun juga bisa menimbulkan risiko penghitungan berlebih bila klasifikasi penyebab salah.
Para penulis menyoroti contoh penyebab spesifik yang ditemukan, antara lain:
- gangguan hipertensi,
- perdarahan obstetrik,
- komplikasi dari penyakit jantung dan penyakit ginjal kronis,
- berbagai infeksi yang terjadi saat hamil.
Hasil ini, yang dimuat di JAMA Network Open dan dilaporkan oleh Brown University, menegaskan bahwa membatasi akses aborsi sehingga memaksa melanjutkan kehamilan dapat meningkatkan risiko kematian dan bahwa perlu upaya sistemik untuk menurunkan kematian maternal.
Kata-kata sulit
- rasio risiko — perbandingan kemungkinan terjadinya sesuatu antara dua kelompok
- mengecualikan — mengeluarkan atau tidak memasukkan sesuatu
- implementasikan — membuat sesuatu dijalankan atau diterapkandiimplementasikan
- perbaikan — tindakan untuk memperbaiki atau meningkatkan
- klasifikasi — cara mengelompokkan menurut jenis atau penyebab
- keguguran — kehilangan janin sebelum kehamilan selesai
- perdarahan obstetrik — hilangnya banyak darah selama kehamilan atau melahirkan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hasil penelitian ini dapat memengaruhi kebijakan tentang akses aborsi di suatu negara?
- Dengan kata-kata Anda, mengapa perbaikan catatan kematian bisa menyebabkan angka kematian terlihat naik atau turun?
- Sebutkan langkah sistemik yang mungkin membantu menurunkan kematian maternal berdasarkan masalah yang disebutkan dalam artikel.
Artikel terkait
Vaksin Shingles Terkait Risiko Demensia Lebih Rendah
Studi menemukan orang dewasa lanjut usia yang menerima vaksin shingles (RZV/Shingrix) memiliki kemungkinan lebih rendah didiagnosis demensia dalam empat tahun. Peneliti menganalisis data Medicare dan catatan kesehatan elektronik dari 2017 sampai 2022.
Olahraga Lebih Efektif daripada Bubuk Protein untuk Kekuatan Lansia
Studi menemukan suplemen protein saja tidak meningkatkan kekuatan otot pada orang berusia 65 tahun ke atas setelah 24 minggu. Peneliti menyarankan latihan resistensi dan merencanakan penelitian tentang kombinasi olahraga dan protein.
Panas selama Kehamilan dan Hilangnya Janin Laki-laki di Sub-Sahara Afrika
Studi menemukan paparan suhu di atas 20°C pada trimester pertama terkait peningkatan hilangnya janin laki-laki di Sub-Sahara Afrika. Peneliti menyoroti kelompok berisiko dan menyerukan perkuatan layanan kesehatan maternal.
Tes AI Baru untuk Prediksi Kekambuhan Kanker Payudara
Sebuah studi di Nature Communications melaporkan tes kecerdasan buatan yang memprediksi risiko kekambuhan kanker payudara. Tes ini diuji pada data lebih dari 3.500 pasien dan dinilai lebih cepat serta lebih murah dibanding tes genomik.