Di Masaka, Uganda, petani kecil kini membudidayakan jangkrik dengan pakan baru yang dikembangkan secara lokal oleh peneliti Uganda Christian University. Proyek ini mulai pada September 2023 dan bertujuan membuat pakan berprotein tinggi dari sampah makanan agar lebih murah dan lebih dapat diandalkan daripada poultry mash.
Science Granting Councils Initiative (SGCI) mendanai fase awal penelitian dan pengujian formulasi dengan US$29,473, serta mendukung fase kedua untuk fasilitas produksi dan pengemasan dengan US$63,750. Sisa makanan rumah tangga diproses dengan pemanasan, pengeringan, dan penggilingan menjadi bubuk yang dicampur menjadi pakan.
Menurut tim, jangkrik yang diberi pakan ini matang dalam delapan sampai sepuluh minggu, lebih cepat dari 12 minggu dengan pakan tradisional. Pakan juga mendukung reproduksi tinggi; jangkrik dapat bertelur ratusan butir sehingga populasi mudah meningkat. Proyek ini berpotensi menambah pendapatan rumah tangga dan mengurangi sampah kota.
Kata-kata sulit
- membudidayakan — memelihara hewan atau tumbuhan untuk dijual
- pakan — makanan untuk hewan ternak atau serangga
- formulasi — susunan bahan untuk membuat suatu produk
- penggilingan — proses mengubah bahan menjadi bubuk atau partikel
- matang — siap dikonsumsi atau tumbuh sampai lengkap
- reproduksi — proses berkembang biak atau bertelur
- pendapatan — uang yang diperoleh rumah tangga atau orang
- mengurangi — menjadikan sesuatu lebih sedikit dari sebelumnya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda peternakan jangkrik bisa membantu ekonomi keluarga di lingkungan Anda? Jelaskan singkat.
- Bagaimana rumah tangga di kota Anda bisa berkontribusi pada proyek pakan dari sisa makanan?
- Apa tantangan yang mungkin dihadapi petani kecil saat menggunakan pakan yang dibuat dari sampah makanan?
Artikel terkait
Perempuan dan Imersi Hutan oleh RADD di Kamerun
RADD mengadakan kegiatan imersi hutan untuk perempuan pada 17 November 2025 di Kamerun, bertepatan dengan COP30 di Belém, Brasil (10–21 November 2025). Kegiatan ini ingin menguatkan hubungan perempuan dengan hutan dan solusi iklim lokal.
Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang
Penelitian ETH Zurich menguji apakah memandang ketidakpastian sebagai peluang mengubah sikap politik. Setelah presentasi singkat, peserta lebih positif terhadap keberagaman, lebih mendukung perubahan sosial, dan lebih kecil kemungkinan memilih AfD.