Di distrik Masaka, Uganda, petani kecil mulai membudidayakan jangkrik menggunakan pakan baru yang dibuat dari sisa makanan rumah tangga. Pakan ini dirancang agar lebih murah dan menggantikan pakan unggas yang mahal.
Peneliti dari Uganda Christian University membuat formulasi pakan lokal. Sisa makanan seperti kulit pisang dan beras dipanaskan, dikeringkan, digiling, lalu dicampur menjadi bubuk pakan kaya nutrisi.
Pakan baru ini membuat jangkrik tumbuh lebih cepat dan membantu petani menghemat uang. Proyek ini juga bertujuan mengurangi sampah kota dan memungkinkan petani menjual jangkrik matang untuk pendapatan tambahan.
Kata-kata sulit
- membudidayakan — cara merawat dan menghasilkan hewan untuk dijual
- formulasi — resep atau campuran bahan untuk pakan
- bubuk — bahan halus berbentuk serbuk kering
- menghemat — mengurangi pengeluaran atau memakai lebih sedikit uang
- mengurangi — membuat jumlah atau ukuran menjadi lebih sedikit
- pendapatan — uang yang diperoleh dari pekerjaan atau jualan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda atau keluarga menggunakan sisa makanan di rumah? Ceritakan singkat.
- Menurut Anda, apa keuntungan menjual jangkrik bagi petani?
- Bagaimana cara lain untuk mengurangi sampah rumah tangga?
Artikel terkait
Laporan PBB: Pemasaran Susu Bubuk Merugikan Anak
Laporan terkait PBB memperingatkan bahwa pemasaran luas susu bubuk bayi mengurangi penyusuan dan merugikan kesehatan anak. WHO dan UNICEF menyebut menyusui dapat mencegah banyak kematian anak dan beberapa kematian akibat kanker payudara ibu setiap tahun.
Petani Namibia Gunakan Biofertiliser dan Legum untuk Kurangi Malnutrisi
Peneliti di Namibia melatih petani di komunitas Mayana untuk membuat biofertiliser lokal dan menanam legum kaya protein. Proyek FOODSECBIO bertujuan memperbaiki kesuburan tanah dan mengurangi malnutrisi, serta berjalan sampai Juli 2025.
Kerugian Hasil Tanaman di Afrika Karena Iklim, Hama, dan Penyakit
Para peneliti GBCL mengatakan guncangan iklim, banjir, hama, dan penyakit menurunkan hasil panen di banyak wilayah Afrika. Studi mencatat contoh di Kenya dan Nigeria serta menyarankan langkah seperti irigasi dan penyimpanan air.