Patient Health Questionnaire, atau PHQ, adalah alat skrining kesehatan mental yang banyak digunakan sejak 1990an. Alat ini diwajibkan oleh National Institutes of Health dan lembaga pemerintah lain. Makalah penelitian ini diterbitkan di jurnal JAMA Psychiatry.
Penelitian dipimpin oleh Zachary Cohen dari University of Arizona, yang memimpin Personalized Treatment Lab. Tim meneliti petunjuk PHQ yang menanyakan apakah seseorang merasa "terganggu oleh" gejala lalu meminta frekuensi gejala.
Sekitar 850 peserta mengisi PHQ dan diberi skenario hipotesis. Banyak peserta memberi jawaban yang berbeda, sehingga peneliti khawatir hasil bisa menyesatkan. Mereka menyarankan memisahkan pertanyaan frekuensi dan tingkat gangguan untuk memperbaiki penilaian.
Kata-kata sulit
- skrining — pemeriksaan singkat untuk menemukan masalah kesehatan
- mewajibkan — membuat sesuatu harus dilakukan oleh orang laindiwajibkan
- makalah — tulisan ilmiah yang dipublikasikan di jurnal
- petunjuk — kalimat atau kata yang memberi arahan
- frekuensi — berapa sering suatu kejadian terjadi
- menyesatkan — membuat orang salah paham atau salah percaya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah mengisi kuesioner seperti PHQ? Bagaimana perasaan Anda saat itu?
- Apakah menurut Anda memisahkan pertanyaan frekuensi dan tingkat gangguan penting? Mengapa?
- Apakah Anda setuju PHQ digunakan secara luas oleh lembaga pemerintah? Jelaskan singkat.
Artikel terkait
Simulasi Pengalaman Hampir Mati dengan Realitas Virtual Kurangi Rasa Takut
Sebuah studi pilot menemukan bahwa satu sesi realitas virtual yang meniru pengalaman hampir mati menurunkan kecemasan terhadap kematian dan stres pada peserta. Penelitian itu melibatkan mahasiswa dan menggunakan survei sebelum dan sesudah sesi.
Serangan Udara Mengganggu Universitas dan Riset di Iran
Berbulan-bulan serangan udara merusak banyak universitas dan laboratorium di Iran. UNESCO mengecam tindakan itu, dan para ahli memperingatkan pembelajaran daring tidak bisa menggantikan pelatihan laboratorium serta dapat merusak masa depan ilmuwan muda.