Para ilmuwan memodelkan bagaimana pemanasan antara 1.5 sampai 4 derajat Celsius akan memengaruhi 30 jenis tanaman pangan. Mereka melihat perubahan suhu, curah hujan, dan kekeringan yang mengurangi lahan yang cocok untuk menanam.
Hasil studi menunjukkan negara-negara dekat khatulistiwa seperti beberapa bagian Timur Tengah, Asia Selatan, Afrika sub-Sahara, dan Amerika Latin akan paling parah. Sekitar sepertiga produksi di wilayah itu berisiko jika kenaikan mencapai 2 derajat Celsius, dan bahaya bisa lebih besar lagi pada tingkat pemanasan lebih tinggi.
Para peneliti menekankan pentingnya adaptasi, misalnya mengembangkan varietas tahan iklim, mempromosikan tanaman lokal yang kurang dimanfaatkan, serta meningkatkan irigasi dan pemupukan.
Kata-kata sulit
- memodelkan — membuat model atau simulasi di komputer
- pemanasan — peningkatan suhu rata-rata di Bumi
- curah hujan — jumlah air hujan yang turun di tempat
- kekeringan — periode lama tanpa cukup air atau hujan
- lahan — tanah yang bisa dipakai untuk bertanam
- adaptasi — tindakan menyesuaikan diri terhadap perubahan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mana dari contoh adaptasi dalam teks yang menurut Anda paling mudah diterapkan oleh petani? Mengapa?
- Apakah di daerah Anda ada tanaman lokal yang kurang dimanfaatkan? Sebutkan satu dan jelaskan singkat.
- Bagaimana perubahan curah hujan dapat memengaruhi lahan untuk menanam menurut teks?
Artikel terkait
Laporan: Dunia Memasuki Era "Kebangkrutan Air"
United Nations University (UNU) pada 20 January merilis laporan yang menyatakan dunia telah memasuki era "global water bankruptcy". Laporan memperingatkan banyak sistem air tidak lagi pulih dan menyoroti risiko bagi pangan dan masyarakat.
Dana Adaptasi Iklim di Afrika Menunjukkan Hasil
Laporan GHS dan Komisi Uni Afrika menemukan bahwa pembiayaan adaptasi iklim yang ditargetkan menghasilkan hasil terukur di beberapa negara Afrika, termasuk proyek di Benin, Ethiopia, dan Namibia. Studi mencatat perbaikan infrastruktur, hasil pertanian, dan peningkatan partisipasi perempuan.