Sebuah tim peneliti melaporkan bahwa tsRNA-Glu-CTC, sebuah molekul RNA kecil, berperan besar dalam mengendalikan produksi kolesterol. Studi ini dipublikasikan di Nature Communications dan menggunakan PANDORA-seq, metode pengurutan yang dikembangkan di UC Riverside, untuk menemukan RNA kecil tersembunyi di hati.
Dalam percobaan pada tikus, tsRNA-Glu-CTC terbukti sangat melimpah di hati dan kadar molekul ini berubah sejalan dengan kadar kolesterol. Para peneliti menemukan hubungan langsung antara tsRNA-Glu-CTC dan SREBP2 (Sterol Regulatory Element-Binding Protein 2); peningkatan tsRNA ini meningkatkan aktivitas SREBP2 dan mengaktifkan gen sintesis kolesterol.
Tim menurunkan tsRNA-Glu-CTC dengan antisense oligonucleotide (ASO). Penurunan ini mengurangi kolesterol dan membuat aterosklerosis pada hewan menjadi kurang parah. Mereka juga melihat korelasi pada sampel darah manusia, dan mencatat bahwa bentuk alami tsRNA yang dimodifikasi lebih efektif daripada versi sintetis bagi regulasi kolesterol.
Kata-kata sulit
- molekul — Partikel kecil pembawa informasi biologis
- mengendalikan — Mengatur atau menahan sesuatu agar tetap stabil
- kadar — Jumlah atau tingkat suatu zat dalam tubuh
- sintesis — Proses membuat sesuatu baru di dalam sel
- menurunkan — Membuat jumlah atau tingkat berkurang
- mengurangi — Mengurangi jumlah atau efek sesuatu
- aterosklerosis — Penumpukan plak pada dinding pembuluh darah
- korelasi — Hubungan antara dua hal yang terlihat bersama
- memodifikasi — Mengubah struktur atau bentuk suatu molekuldimodifikasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana hasil penelitian ini bisa berpengaruh pada pengobatan kolesterol tinggi di masa depan?
- Mengapa penting bahwa peneliti juga melihat korelasi pada sampel darah manusia setelah percobaan tikus?
- Artikel menyebut bentuk alami yang dimodifikasi lebih efektif daripada versi sintetis. Menurut Anda, mengapa perbedaan ini penting?
Artikel terkait
Tempat Tinggal dan Risiko Kanker Paru
Penelitian baru yang dipublikasikan di BMC Public Health menunjukkan bahwa tempat tinggal dapat mempengaruhi risiko kanker paru-paru selain faktor individu seperti merokok. Ringkasan studi tidak memaparkan semua metode atau rekomendasi kebijakan.