Tim peneliti mengidentifikasi enzim yang dilepaskan neuron sebagai vertebrate lonesome kinase (VLK) dan menerbitkan hasilnya di Science. VLK dilepaskan ke ruang antar-neuron dan melakukan fosforilasi pada protein di permukaan sel lain. Perubahan kimiawi di luar sel ini mengendalikan interaksi antar protein permukaan, sehingga memodulasi cara neuron saling berkomunikasi.
Dalam studi pada tikus, VLK ditemukan meningkatkan fungsi sebuah reseptor yang berperan dalam nyeri, pembelajaran, dan memori. Menghapus VLK dari neuron pengindra nyeri menghilangkan respons nyeri normal setelah operasi, sementara tikus tetap mempertahankan gerakan dan kemampuan merespons rangsang. Sebaliknya, peningkatan jumlah VLK memperkuat respons nyeri.
Para peneliti, termasuk pemimpin kelompok dari beberapa universitas, menilai bahwa menargetkan enzim ekstraseluler seperti VLK dapat menawarkan pendekatan terapi yang lebih aman. Keuntungannya antara lain mengurangi kebutuhan obat untuk masuk ke dalam sel dan menghindari pemblokiran langsung reseptor NMDA yang dapat menimbulkan efek samping serius. Langkah berikutnya adalah menentukan apakah mekanisme ini berlaku luas untuk banyak protein; jika iya, temuan ini bisa mengubah strategi pengobatan untuk penyakit neurologis dan kondisi lain. Penelitian ini didukung oleh hibah dari beberapa lembaga di bawah National Institutes of Health.
- VLK: enzim ekstraseluler yang memodifikasi protein permukaan.
- Efek: ubah sinyal nyeri tanpa ganggu gerakan normal.
- Implikasi: potensi jalur pengobatan yang lebih aman.
Kata-kata sulit
- enzim — protein yang mempercepat reaksi kimia
- fosforilasi — penambahan gugus fosfat pada molekul protein
- ekstraseluler — berada di luar sel, bukan di dalamnya
- reseptor — protein di permukaan sel yang menerima sinyal
- memodulasi — mengubah atau mengatur kekuatan sinyal
- hibah — dana penelitian yang diberikan oleh lembaga
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda menargetkan enzim ekstraseluler seperti VLK bisa mengubah strategi pengobatan nyeri atau penyakit neurologis? Berikan alasan.
- Apa kemungkinan manfaat dan risiko jika jumlah VLK ditingkatkan atau dikurangi pada sistem saraf? Jelaskan dengan contoh dari artikel.
- Bagaimana peran dana hibah dalam kelangsungan penelitian semacam ini, dan mengapa dukungan lembaga penting?
Artikel terkait
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Mengapa nyeri kronis lebih lama pada wanita
Penelitian menemukan perbedaan pada sel imun bernama monosit yang membuat molekul pereda nyeri (IL-10). Monosit penghasil IL-10 lebih aktif pada pria, terkait hormon seks seperti testosteron, dan ini bisa menjelaskan nyeri yang berlangsung lama pada wanita.
Sel punca tikus dan diapause pada mamalia
Studi di Genes & Development menjelaskan bagaimana sel punca embrionik tikus mempertahankan pluripotensi selama diapause. Peneliti menemukan respons molekuler bersama yang menjaga identitas sel ketika metabolisme dan sinyal pertumbuhan rendah.
Menargetkan Sirkuit Otak Kurangi Kambuh Opioid
Peneliti dari Washington State University melaporkan bahwa menargetkan sirkuit antara korteks prelimbik dan thalamus paraventrikular mengurangi perilaku mencari obat pada model praklinis opioid. Studi ini memakai kemogenetika dan optogenetika.