Para peneliti menemukan bahwa tikus kayu, hewan pengerat kecil, tahan terhadap bisa ular derik. Hewan ini dapat selamat dari gigitan yang pada manusia bisa menyebabkan rawat inap atau kematian. Penelitian memusatkan perhatian pada keluarga gen SERPINs, khususnya gen SERPINA3 yang kurang dipahami.
Tim peneliti menemukan banyak salinan SERPINA3 pada tikus itu, muncul melalui duplikasi tandem di genom. Mereka menguji protein yang dikodekan oleh gen-gen itu dengan sampel bisa dari ular derik yang memangsa tikus. Banyak protein langsung mengikat komponen bisa dan memblokir efek toksiknya, meskipun aktivitas protein berbeda-beda.
Kata-kata sulit
- pengerat — Hewan kecil dengan gigi tajam, seperti tikus
- tahan — Tidak mudah sakit atau mati karena sesuatu
- duplikasi — Proses membuat salinan bagian materi genetik
- genom — Seluruh materi genetik dalam satu organisme
- ikat — Menempelkan atau menyambungkan dua bagian bersamamengikat
- blokir — Menghentikan atau melawan kerja sesuatumemblokir
- toksik — Beracun dan dapat merusak tubuh makhluk hiduptoksiknya
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa menurutmu para peneliti menguji protein dengan sampel bisa ular?
- Pernahkah kamu melihat tikus di dekat rumah? Ceritakan satu kalimat pengalamanmu.
Artikel terkait
Citra Langsung Dua Nova Menunjukkan Aliran Gas dan Pengeluaran Tertunda
Astronom mengambil citra langsung dua nova beberapa hari setelah letusan dengan detail tinggi. Pengamatan menunjukkan aliran gas kompleks, kasus pengeluaran tertunda, dan hubungan antara tumbukan aliran dengan sinar gamma.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.