Pada awal program PhD, peneliti menghadapi kekurangan bahan laboratorium yang biasa digunakan untuk studi jaringan payudara. Mereka lalu merancang gel sintetis berbasis alga sebagai alternatif yang mudah disetel.
Tim menguji banyak kombinasi urutan peptida pendek dan mengubah pengikatan silang serta panjang rantai polimer untuk mengubah kekakuan dan respons gel terhadap gaya. Perubahan ini membantu memisahkan pengaruh mekanik dari pengaruh biokimia.
Mereka menemukan kombinasi yang mendukung perkembangan normal dan kombinasi lain yang meniru kondisi yang membuat sel lebih mungkin menjadi kanker. Dalam kondisi yang sesuai, sel di dalam gel menghasilkan membran dasar mereka sendiri. Peneliti berencana menguji apakah pendekatan ini dapat menumbuhkan jaringan kompleks atau organ dari sel pasien.
Kata-kata sulit
- kekurangan — keadaan tidak ada atau kurang sesuatu
- gel sintetis — bahan seperti gel buatan untuk percobaan
- urutan peptida — susunan singkat bagian protein selurutan peptida pendek
- pengikatan silang — ikatan antara rantai molekul dalam gel
- rantai polimer — molekul panjang yang terhubung berulang
- kekakuan — tingkat kekerasan atau elastisitas suatu bahan
- memisahkan — membuat dua hal terpisah atau berbeda
- membran dasar — lapisan tipis yang mendukung sel jaringan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa keuntungan menggunakan gel sintetis berbasis alga dibanding bahan laboratorium biasa? Jelaskan satu atau dua alasan.
- Apa tantangan utama yang mungkin ditemui saat mencoba menumbuhkan jaringan kompleks atau organ dari sel pasien? Beri dua contoh pendek.
- Jika Anda bekerja pada proyek ini, jaringan atau organ apa yang menurut Anda paling berguna untuk dikembangkan dari sel pasien? Mengapa?
Artikel terkait
Sistem Pengenalan Semut Lebih Fleksibel dari Dugaan
Penelitian dari Rockefeller University menemukan bahwa semut perampok klonal dapat mengubah bau tubuhnya setelah lama berada di koloni asing, sehingga diterima sebagai anggota. Namun ada batas alami dan toleransi itu mudah hilang tanpa kontak terus-menerus.
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.