- Ada pasien yang didiagnosis limfoma dan menerima perawatan.
- Mereka menjalani kemoterapi, yang kadang menyebabkan masalah kesehatan.
- Pengobatan sering menimbulkan efek samping yang berat bagi pasien.
- Sebuah program gaya hidup diuji untuk membantu pasien tetap menjalani perawatan.
- Program itu memberi saran makan sehat dan dukungan olahraga.
- Sesi dilakukan secara virtual dan disesuaikan untuk tiap peserta.
- Pasien yang ikut program lebih mampu melanjutkan kemoterapi sesuai resep.
- Gejala berkurang dan kekuatan serta performa fisik meningkat.
Kata-kata sulit
- limfoma — jenis kanker pada sistem getah bening
- kemoterapi — pengobatan dengan obat untuk melawan sel kanker
- efek samping — masalah kesehatan yang muncul setelah pengobatan
- virtual — dilakukan lewat internet, tidak tatap muka
- menyesuaikan — membuat sesuatu cocok untuk orang atau situasidisesuaikan
- dukungan — bantuan yang diberikan kepada seseorang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah ikut program gaya hidup atau kesehatan?
- Apakah kamu suka olahraga?
- Apakah kamu mau ikut sesi kesehatan secara virtual?
Artikel terkait
Energi pulsasi mungkin penyebab hidrosefalus
Penelitian yang dipimpin Michael Egnor di Stony Brook Medicine mengusulkan hidrosefalus disebabkan oleh kegagalan otak menyerap energi pulsasi detak jantung, bukan hanya malabsorpsi cairan serebrospinal. Temuan itu dipublikasikan di Journal of Neurosurgery: Pediatrics.
Kekhawatiran tentang Polisi dan Risiko Jantung pada Perempuan Kulit Hitam
Studi menemukan hubungan antara kekhawatiran tentang kebrutalan polisi—terutama khawatir soal anak—dengan penanda risiko kardiovaskular pada perempuan kulit hitam di Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan pengukuran ketebalan intima-media karotis sebagai indikator risiko.
Obat GLP-1 Dikaitkan dengan Penurunan Kecanduan dan Dampak Serius
Analisis rekam medis veteran menunjukkan obat agonis reseptor GLP-1, awalnya untuk diabetes, terkait dengan penurunan risiko gangguan penggunaan zat dan berkurangnya kunjungan darurat, rawat inap, overdosis, dan kematian terkait obat.