Tuberkulosis tetap menjadi penyebab utama kematian akibat infeksi, dan banyak pengobatan bergantung pada antibiotik rifampisin. Peningkatan resistensi terhadap rifampisin membuat perawatan menjadi lebih sulit.
Sebuah studi menguji rifampisin bersama senyawa probe bernama AAP-SO2. AAP-SO2 menempel pada enzim RNA polimerase bakteri di lokasi berbeda dari rifampisin dan memperlambat tahap perpanjangan transkripsi. Karena itu kedua obat menghambat langkah berbeda dalam jalur yang sama; peneliti menyebut strategi ini inhibisi vertikal.
Dalam kultur cair efeknya aditif, tetapi dalam model kelinci yang meniru jaringan dorman berbentuk cluster kedua obat bekerja sinergis dan membunuh lebih banyak bakteri. Penambahan AAP-SO2 diperkirakan meningkatkan potensi rifampisin sekitar 30 kali. Langkah selanjutnya adalah mengembangkan turunan yang lebih stabil dan mengamankan paten provisi.
Kata-kata sulit
- tuberkulosis — Penyakit infeksi yang biasanya menyerang paru-paru
- rifampisin — Antibiotik yang sering dipakai untuk tuberkulosis
- resistensi — Ketidakmampuan obat untuk membunuh bakteri
- enzim — Protein dalam sel yang mempercepat reaksi kimia
- transkripsi — Proses membuat salinan RNA dari DNA
- sinergis — Kerja dua obat yang lebih efektif bersama
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa resistensi terhadap rifampisin membuat perawatan lebih sulit? Jelaskan singkat.
- Apakah Anda setuju meneliti kombinasi dua obat yang bekerja berbeda seperti AAP-SO2 dan rifampisin? Sebutkan satu alasan.