Peneliti di India melaporkan kemajuan menuju antivenom untuk kalajengking hitam Heterometrus bengalensis. Studi ini akan diterbitkan pada bulan September dan tim menggunakan spektrometri serta analisis biokimia untuk memetakan bisa. Mereka menemukan 25 toksin yang termasuk dalam delapan keluarga protein.
Peneliti menguji bisa pada tikus Swiss albino dan menemukan toksisitas sistemik, kenaikan enzim hati, kerusakan organ, dan peradangan. Tim laboratorium sekarang mengusahakan produksi antivenom yang mungkin dapat bekerja untuk lebih dari satu spesies.
Kata-kata sulit
- antivenom — obat yang menetralkan bisa hewan
- spektrometri — metode untuk mengukur spektrum zat
- biokimia — ilmu yang mempelajari bahan kimia dalam makhluk hidup
- toksin — zat berbahaya yang dibuat organisme hidup
- toksisitas — tingkat bahaya atau racun suatu zat
- peradangan — respon tubuh yang menyebabkan bengkak dan nyeri
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting membuat antivenom yang bisa bekerja untuk beberapa spesies?
- Bagaimana perasaanmu tentang penggunaan tikus dalam penelitian seperti ini?
Artikel terkait
Mengapa Orang Membagikan Berita Palsu di Media Sosial
Sebuah studi menemukan orang sering membagikan berita palsu karena konten itu terasa emosional atau relevan, bukan hanya karena benar. Peneliti mengembangkan Model COP dan menganalisis cuitan COVID-19 untuk melihat pengaruh nada dan relevansi.
Ahli: Batasi Gula Tambahan Saat Paskah
Para ahli di Virginia Tech dan peneliti lain memperingatkan bahwa kecenderungan mencari makanan manis meningkat saat Paskah. Konsumsi gula tambahan berlebihan berisiko bagi kesehatan jangka panjang, jadi batasi dan jadikan permen sebagai sesekali saja.