Peneliti di India melaporkan kemajuan menuju antivenom untuk kalajengking hitam Heterometrus bengalensis. Studi ini akan diterbitkan pada bulan September dan tim menggunakan spektrometri serta analisis biokimia untuk memetakan bisa. Mereka menemukan 25 toksin yang termasuk dalam delapan keluarga protein.
Peneliti menguji bisa pada tikus Swiss albino dan menemukan toksisitas sistemik, kenaikan enzim hati, kerusakan organ, dan peradangan. Tim laboratorium sekarang mengusahakan produksi antivenom yang mungkin dapat bekerja untuk lebih dari satu spesies.
Kata-kata sulit
- antivenom — obat yang menetralkan bisa hewan
- spektrometri — metode untuk mengukur spektrum zat
- biokimia — ilmu yang mempelajari bahan kimia dalam makhluk hidup
- toksin — zat berbahaya yang dibuat organisme hidup
- toksisitas — tingkat bahaya atau racun suatu zat
- peradangan — respon tubuh yang menyebabkan bengkak dan nyeri
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa penting membuat antivenom yang bisa bekerja untuk beberapa spesies?
- Bagaimana perasaanmu tentang penggunaan tikus dalam penelitian seperti ini?
Artikel terkait
Vaksin Demam Berdarah Satu Dosis Disetujui di Brasil
Anvisa menyetujui vaksin Butantan-DV satu dosis untuk usia 12–59 pada 26 November. Uji coba dengan 16.000 relawan menunjukkan efektivitas tinggi; lebih dari 1 juta dosis siap dan vaksin akan masuk Program Imunisasi Nasional awal 2026.
Risk Know-How, Platform Baru untuk Berbagi Pengalaman Risiko
Risk Know-How adalah layanan daring yang diluncurkan pada pertemuan AAAS untuk membantu komunitas berisiko berbagi pengalaman dan mendapat nasihat ahli tentang ancaman seperti wabah, cuaca ekstrem, dan risiko kecerdasan buatan.