Peneliti menemukan bahwa orang dewasa lanjut usia yang menyelesaikan pelatihan kecepatan kognitif selama sekitar 5–6 minggu, dan beberapa yang mendapat sesi tindak lanjut sekitar 1–3 tahun, kurang mungkin didiagnosis demensia hingga dua dekade kemudian. Program ini mengajarkan peserta menemukan informasi visual di layar lebih cepat dan menyelesaikan tugas lebih cepat.
Studi ini adalah uji klinis acak yang mengacak peserta ke pelatihan memori, penalaran, atau kecepatan, atau ke kelompok kontrol tanpa pelatihan. Di kelompok pelatihan, peserta menerima beberapa sesi pelatihan dan sebagian menerima sesi booster. Analisis tindak lanjut menggunakan data asuransi kesehatan untuk melihat diagnosis demensia selama 20 tahun.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang melakukan studi atau penelitian
- pelatihan — kegiatan belajar untuk meningkatkan kemampuan
- kecepatan kognitif — kemampuan memproses informasi secara cepat
- demensia — penurunan kemampuan berpikir dan ingatan
- uji klinis acak — studi yang membagi peserta secara acak
- sesi tindak lanjut — pertemuan tambahan setelah pelatihan awal
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda pelatihan kecepatan kognitif cocok untuk orang lanjut usia di lingkungan Anda? Mengapa?
- Kegiatan sehari-hari apa yang menurut Anda mirip dengan pelatihan kecepatan kognitif?
- Mengapa peneliti menggunakan data asuransi kesehatan untuk melihat diagnosis demensia?
Artikel terkait
AUC dan Minapharm dirikan akademi bioteknologi di Afrika
American University in Cairo (AUC) bekerja sama dengan Minapharm untuk mendirikan akademi bioteknologi yang menghubungkan pendidikan dan kebutuhan industri. Inisiatif ini fokus pada pelatihan praktik, penelitian, dan inovasi di Mesir, Timur Tengah, dan Afrika.
Tambalan Mikronada untuk Memulihkan Jantung Setelah Serangan Jantung
Para peneliti mengembangkan tambalan biodegradable dengan mikronada yang melepaskan interleukin-4 (IL-4) langsung ke permukaan jantung. Pendekatan ini mengubah makrofag menjadi penyembuh, mengurangi jaringan parut, dan menjaga pengobatan tetap lokal.
Pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" pada olahraga
Peneliti menemukan bahwa pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" membuat orang meninggalkan rencana olahraga. Studi ini mengidentifikasi empat unsur pola pikir itu dan memberi saran berpikir ulang agar orang lebih konsisten berolahraga.