Serangan panik dan serangan jantung dapat menimbulkan gejala yang mirip, seperti nyeri atau ketidaknyamanan di dada, detak jantung cepat, dan sesak napas. Karena itu orang sering merasa takut dan tidak yakin apa yang terjadi. Memahami perbedaan membantu mendapatkan perawatan yang tepat dengan cepat.
Serangan panik adalah episode kecemasan hebat yang muncul tiba-tiba dan biasanya mencapai puncak dalam beberapa menit; pemicu bisa berupa stres, rasa takut, atau pemicu tertentu, tetapi serangan panik juga bisa muncul tanpa alasan yang jelas. Gejala umum meliputi keringat, gemetar, perasaan tersedak, mual, dan pusing. Gejala ini biasanya mereda dalam 20–60 menit dan kadang membaik dengan obat anti-kecemasan.
Serangan jantung (infark miokard) terjadi ketika aliran darah ke bagian otot jantung tersumbat, biasanya oleh bekuan darah, sehingga oksigen tidak sampai ke jantung. Gejalanya bisa mencakup nyeri dada atau tekanan, nyeri pada rahang, lengan, punggung atau leher, sesak napas, keringat dingin, mual, dan pusing. Berbeda dengan serangan panik, gejala serangan jantung sering mulai bertahap, menajam, dan berlangsung lebih lama; kondisi ini memerlukan penanganan medis segera seperti obat pengurai bekuan atau prosedur untuk memulihkan aliran darah. Jika gejala bertahan atau memburuk setelah mencoba teknik penenangan, cari perawatan darurat atau panggil 9-1-1 segera.
Kata-kata sulit
- serangan panik — episode kecemasan hebat yang muncul tiba-tiba
- serangan jantung — kondisi saat aliran darah ke otot jantung tersumbat
- infark miokard — istilah medis untuk kerusakan otot jantung
- pemicu — sesuatu yang menyebabkan munculnya reaksi atau kejadian
- bekuan darah — gumpalan darah yang dapat menyumbat pembuluh
- penanganan medis — tindakan tenaga kesehatan untuk mengobati kondisi serius
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Sebelum bantuan medis tiba, ciri-ciri apa yang bisa membantu membedakan serangan panik dari serangan jantung?
- Apa konsekuensi yang mungkin terjadi jika seseorang menunda mencari perawatan saat mengalami gejala serangan jantung?
- Jika seseorang sering mengalami serangan panik, langkah non-medis apa saja yang menurut Anda dapat membantu selain obat?
Artikel terkait
Respons terhadap Kesalahan Memprediksi Perilaku Menghindar
Peneliti menemukan bahwa cara orang merespons kesalahan dapat memprediksi kecenderungan menghindar. Studi mengikuti peserta dengan gejala kecemasan dan depresi, mengukur aktivitas otak setelah kesalahan dan kembali satu tahun kemudian.
Penelitian: Makanan Ultra-Olah Bisa Bersifat Adiktif seperti Tembakau
Analisis peneliti dari beberapa universitas menyatakan banyak makanan ultra-olahan dirancang untuk mendorong konsumsi berulang dan memiliki kemiripan sifat adiktif dengan produk tembakau. Penelitian ini dipublikasikan di The Milbank Quarterly.