Tim yang dipimpin oleh Annmarie MacNamara di departemen ilmu psikologi dan ilmu otak meneliti hubungan antara respons terhadap kesalahan dan perubahan gejala. Studi ini melibatkan 74 peserta dengan gejala kecemasan, depresi, PTSD, atau OCD.
Para peneliti mengukur aktivitas otak setiap peserta segera setelah membuat kesalahan, lalu mengukur respons yang sama lagi satu tahun kemudian. Desain ini memungkinkan perbandingan reaksi awal dan perubahan yang terjadi.
Temuan utama adalah fenomena "blunting", yaitu berkurangnya respons emosional otak terhadap kesalahan dari waktu ke waktu. Peserta yang bereaksi sangat emosional pada awal dan kemudian mengalami blunting cenderung menjadi lebih menghindar. Para penulis mengatakan hasil ini dapat membantu klinisi memahami mengapa gejala memburuk pada sebagian orang.
Kata-kata sulit
- meneliti — mencari informasi dengan cara sistematis
- respons — tanggapan tubuh atau pikiran terhadap sesuatu
- perubahan — pergeseran keadaan yang terjadi dari satu waktuperubahan gejala
- fenomena — peristiwa atau kejadian yang bisa diamati
- aktivitas otak — kegiatan listrik atau kimia di dalam otak
- menghindar — berusaha tidak menghadapi atau menjauhi sesuatu
- gejala — tanda atau keluhan yang menunjukkan penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda hasil tentang blunting bisa membantu klinisi dalam perawatan pasien?
- Mengapa seseorang yang awalnya bereaksi sangat emosional bisa menjadi lebih menghindar setelah blunting terjadi?
- Langkah sederhana apa yang bisa dilakukan terapis jika menemukan pasien menunjukkan blunting pada respons terhadap kesalahan?
Artikel terkait
Studi: Video Game Bisa Membantu Mengelola Stres
Penelitian dari Boston University menunjukkan banyak pemain menggunakan video game untuk mengatasi stres dan mengatur emosi. Studi ini mensurvei mahasiswa tentang kebiasaan bermain, alasan bermain, dan perasaan sebelum/durasi/setelah bermain.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.