Tim yang dipimpin oleh Annmarie MacNamara di departemen ilmu psikologi dan ilmu otak meneliti hubungan antara respons terhadap kesalahan dan perubahan gejala. Studi ini melibatkan 74 peserta dengan gejala kecemasan, depresi, PTSD, atau OCD.
Para peneliti mengukur aktivitas otak setiap peserta segera setelah membuat kesalahan, lalu mengukur respons yang sama lagi satu tahun kemudian. Desain ini memungkinkan perbandingan reaksi awal dan perubahan yang terjadi.
Temuan utama adalah fenomena "blunting", yaitu berkurangnya respons emosional otak terhadap kesalahan dari waktu ke waktu. Peserta yang bereaksi sangat emosional pada awal dan kemudian mengalami blunting cenderung menjadi lebih menghindar. Para penulis mengatakan hasil ini dapat membantu klinisi memahami mengapa gejala memburuk pada sebagian orang.
Kata-kata sulit
- meneliti — mencari informasi dengan cara sistematis
- respons — tanggapan tubuh atau pikiran terhadap sesuatu
- perubahan — pergeseran keadaan yang terjadi dari satu waktuperubahan gejala
- fenomena — peristiwa atau kejadian yang bisa diamati
- aktivitas otak — kegiatan listrik atau kimia di dalam otak
- menghindar — berusaha tidak menghadapi atau menjauhi sesuatu
- gejala — tanda atau keluhan yang menunjukkan penyakit
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda hasil tentang blunting bisa membantu klinisi dalam perawatan pasien?
- Mengapa seseorang yang awalnya bereaksi sangat emosional bisa menjadi lebih menghindar setelah blunting terjadi?
- Langkah sederhana apa yang bisa dilakukan terapis jika menemukan pasien menunjukkan blunting pada respons terhadap kesalahan?
Artikel terkait
Studi: Ketidakamanan Energi Tingkatkan Kecemasan dan Depresi di AS
Sebuah studi oleh Michelle Graff dari Georgia Tech yang diterbitkan di JAMA Network Open menemukan ketidakamanan energi terkait gejala kecemasan dan depresi pada rumah tangga AS. Peneliti menyarankan penyaringan ketidakamanan energi oleh layanan kesehatan.
Senyawa Baru di ETH Zurich Lambatkan Gejala Alzheimer pada Tikus
Tim di ETH Zurich, dipimpin Ursula Quitterer, menemukan senyawa yang mencegah penggumpalan enzim GRK2 dan melambatkan gejala Alzheimer pada tikus. Hasil penelitian dipublikasikan di jurnal Cell Reports Medicine dan kini sedang dicari pengembang industri.
Memperkuat Ritme Sirkadian Bantu Pemulihan Otak Setelah Stroke
Studi pada model tikus yang diterbitkan di Journal of Clinical Investigation menemukan bahwa intervensi yang menguatkan ritme sirkadian meningkatkan aliran glimfatik dan membantu pemulihan otak setelah stroke. Hasil ini masih perlu diuji pada manusia.