- Para peneliti menemukan jaringan koneksi baru di otak manusia.
- Jaringan itu menghubungkan batang otak dan sumsum tulang belakang.
- Jaringan ini membantu mengendalikan gerak tangan dan lengan atas.
- Tim peneliti memindai otak tikus serta otak manusia memakai fMRI.
- Mereka melatih tikus untuk menekan tuas kecil berulang kali.
- Manusia menggenggam perangkat dan menekannya menggunakan jari-jari mereka.
- Dua wilayah medula terlihat aktif pada kedua spesies mamalia.
- Temuan ini bisa membantu terapi setelah stroke atau cedera neurologis.
Kata-kata sulit
- jaringan — kumpulan koneksi antara sel atau bagian tubuhjaringan koneksi baru
- batang otak — bagian bawah otak yang terhubung ke tulang belakang
- sumsum tulang belakang — jaringan di dalam tulang belakang yang membawa sinyal
- mengendalikan — mengatur gerak atau tindakan tubuh
- memindai — melihat bagian dalam tubuh dengan alat
- terapi — perawatan untuk membantu penyembuhan atau fungsi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menggenggam dan menekan sesuatu dengan jari?
- Pernahkah kamu melihat mesin pemindai di rumah sakit?
- Apakah kamu kenal seseorang yang menjalani terapi setelah cedera?
Artikel terkait
Pencitraan menunjukkan perubahan koneksi otak pada Parkinson
Peneliti menggunakan pemindaian PET untuk mengukur dua penanda otak pada orang sehat dan pasien Parkinson. Mereka menemukan hubungan normal antara penanda itu terganggu pada pasien, sehingga gabungan penanda memberi gambaran perkembangan penyakit lebih jelas.
Tes Skrining Alzheimer Tampil Berbeda pada Perempuan dan Laki‑laki
Penelitian dari Georgia State University menunjukkan tes kognitif standar seperti MMSE mungkin tidak menangkap perubahan otak yang sama pada perempuan dan laki‑laki, terutama pada tahap mild cognitive impairment (MCI). Temuan ini menyarankan interpretasi menurut jenis kelamin.
Transplantasi sel bantu kesehatan jantung setelah cedera sumsum tulang belakang
Para peneliti menguji transplantasi sel pada tikus untuk memperbaiki kontrol saraf atas tekanan darah dan denyut jantung setelah cedera sumsum tulang belakang. Hasil menunjukkan perbaikan saraf, namun respons hormon berlebih tetap ada.
Tes darah baru untuk menilai pengobatan glioblastoma
Peneliti mengembangkan tes darah yang mendeteksi partikel tumor setelah membuka sawar darah-otak. Metode ini menggunakan perangkat ultrasound dan alat bernama GlioExoChip untuk mengubah sampel darah menjadi biopsi cair dan menilai respons pengobatan.