- Para peneliti menemukan jaringan koneksi baru di otak manusia.
- Jaringan itu menghubungkan batang otak dan sumsum tulang belakang.
- Jaringan ini membantu mengendalikan gerak tangan dan lengan atas.
- Tim peneliti memindai otak tikus serta otak manusia memakai fMRI.
- Mereka melatih tikus untuk menekan tuas kecil berulang kali.
- Manusia menggenggam perangkat dan menekannya menggunakan jari-jari mereka.
- Dua wilayah medula terlihat aktif pada kedua spesies mamalia.
- Temuan ini bisa membantu terapi setelah stroke atau cedera neurologis.
Kata-kata sulit
- jaringan — kumpulan koneksi antara sel atau bagian tubuhjaringan koneksi baru
- batang otak — bagian bawah otak yang terhubung ke tulang belakang
- sumsum tulang belakang — jaringan di dalam tulang belakang yang membawa sinyal
- mengendalikan — mengatur gerak atau tindakan tubuh
- memindai — melihat bagian dalam tubuh dengan alat
- terapi — perawatan untuk membantu penyembuhan atau fungsi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu menggenggam dan menekan sesuatu dengan jari?
- Pernahkah kamu melihat mesin pemindai di rumah sakit?
- Apakah kamu kenal seseorang yang menjalani terapi setelah cedera?
Artikel terkait
Energi pulsasi mungkin penyebab hidrosefalus
Penelitian yang dipimpin Michael Egnor di Stony Brook Medicine mengusulkan hidrosefalus disebabkan oleh kegagalan otak menyerap energi pulsasi detak jantung, bukan hanya malabsorpsi cairan serebrospinal. Temuan itu dipublikasikan di Journal of Neurosurgery: Pediatrics.
Sistem Pengenalan Semut Lebih Fleksibel dari Dugaan
Penelitian dari Rockefeller University menemukan bahwa semut perampok klonal dapat mengubah bau tubuhnya setelah lama berada di koloni asing, sehingga diterima sebagai anggota. Namun ada batas alami dan toleransi itu mudah hilang tanpa kontak terus-menerus.
Pencitraan Otak Menjelaskan PTSD pada Penanggapi WTC
Penelitian dengan pemindaian MRI pada penanggapi World Trade Center menemukan perbedaan struktur otak pada mereka yang punya PTSD. Temuan ini mendukung bukti biologis bahwa trauma memengaruhi integritas saraf dan bisa membantu diagnosis serta perawatan.