- Sebuah studi memeriksa hubungan antara tidur dan otak.
- Para peneliti meminta orang menjawab kuesioner tidur.
- Para peserta juga menjalani pemindaian otak dengan MRI.
- Penelitian melihat lima kebiasaan tidur yang umum.
- Beberapa kebiasaan awalnya terkait dengan lesi otak.
- Setelah perhitungan ulang, tiga kebiasaan tetap terkait.
- Tidur lebih pendek atau lebih panjang bisa terkait.
- Sering tidur siang dan sulit tidur juga terkait.
- Perbaikan kebiasaan tidur mungkin membantu kesehatan otak.
- Peneliti menyarankan memperhatikan kualitas tidur sehari-hari.
Kata-kata sulit
- studi — penyelidikan ilmiah untuk memahami sesuatu
- hubungan — cara dua hal saling terkait satu sama lain
- kuesioner — daftar pertanyaan yang diisi orang
- pemindaian — proses mengambil gambar bagian tubuh
- kebiasaan — perbuatan atau cara yang sering dilakukan
- lesi otak — kerusakan kecil pada jaringan otak
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda sering tidur siang?
- Bagaimana kualitas tidur Anda biasanya?
- Apakah Anda punya kebiasaan tidur yang ingin diperbaiki?
Artikel terkait
Ilmuwan Afrika Selatan Kembangkan Biosensor untuk Deteksi Dini
Di Pertemuan Nobel Laureate Lindau, ilmuwan Jaymi Leigh January memaparkan biosensor generasi berikutnya yang memakai nanoteknologi untuk mendeteksi biomarker penyakit seperti TB, kanker, dan virus. Ia ingin alat ini menjadi portabel dan terjangkau untuk klinik lokal.
Terapi Alternatif Terkait Kelangsungan Hidup Kanker Payudara
Sebuah studi menemukan penggunaan pengobatan komplementer dan alternatif (CAM) terkait dengan penurunan kelangsungan hidup pasien kanker payudara. Analisis data lebih dari 2 juta pasien menunjukkan risiko kematian lebih tinggi pada pengguna CAM saja dan pada kombinasi terapi.
Suara dan pemandangan alam kurangi stres di kota
Sebuah studi menunjukkan pemandangan dan suara alam memberi manfaat kesehatan mental dibanding lingkungan perkotaan bising. Partisipan duduk dengan headphone di jalur alam atau area kota dan mendengar kicauan burung atau suara lalu lintas.
Pencitraan Otak Menjelaskan PTSD pada Penanggapi WTC
Penelitian dengan pemindaian MRI pada penanggapi World Trade Center menemukan perbedaan struktur otak pada mereka yang punya PTSD. Temuan ini mendukung bukti biologis bahwa trauma memengaruhi integritas saraf dan bisa membantu diagnosis serta perawatan.