Ilmuwan menemukan sebuah sirkuit tersembunyi di serebelum. Temuan ini dipublikasikan di Nature dan merupakan kolaborasi antara ahli saraf di dua universitas besar.
Para peneliti menjelaskan bahwa ada sinyal kesalahan yang aktif saat gerakan tidak berjalan sesuai rencana. Sinyal ini mengaktifkan sel Purkinje di serebelum dan memicu lonjakan kalsium yang mendukung plastisitas, yaitu perubahan sambungan otak untuk belajar.
Namun sinyal itu juga menyalakan penghambat. Studi menunjukkan otak menyelesaikan masalah ini dengan menonaktifkan penghambat secara singkat, sehingga pembelajaran bisa terjadi. Penelitian memakai mikroskopi elektron, irisan otak, dan perekaman pada tikus hidup.
Kata-kata sulit
- sirkuit — kumpulan koneksi antara sel saraf
- serebelum — bagian otak yang mengatur gerakan dan keseimbangan
- plastisitas — kemampuan sambungan otak berubah untuk belajar
- penghambat — sel atau proses yang mengurangi aktivitas lain
- sinyal kesalahan — informasi dari otak saat tindakan tidak tepat
- lonjakan kalsium — peningkatan cepat ion tertentu dalam sel
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurutmu belajar perlu ada sinyal kesalahan? Mengapa?
- Pernahkah kamu belajar dari kesalahan? Ceritakan satu contoh singkat.
- Mengapa menonaktifkan penghambat secara singkat membantu pembelajaran menurutmu?
Artikel terkait
Bagian Sensorik Otak Penting untuk Memori Bicara
Studi menunjukkan gerakan bicara yang baru dipelajari lebih bergantung pada proses sensorik di otak daripada perubahan di area motor. Peneliti menguji efek gangguan pada beberapa wilayah otak dan memeriksa ingatan bicara setelah 24 jam.
Otak dan suara: mengapa anjing laut bisa meniru
Studi yang diterbitkan di Science dan dipimpin oleh Emory University serta New College of Florida menemukan jalur saraf pada otak yang menjelaskan mengapa beberapa anjing laut mampu mengontrol dan meniru suara, sementara anjing liar biasanya tidak.
Permainan Komputer Bantu Perbaiki Otak Setelah Cedera
Studi menunjukkan orang dewasa dengan cedera otak traumatik dapat memperbaiki struktur otak dan kemampuan berpikir dengan menyelesaikan permainan kognitif berbasis komputer. Perubahan terukur terlihat pada neuroplastisitas, kecepatan pemrosesan, perhatian, dan memori.
Respons terhadap Kesalahan Memprediksi Perilaku Menghindar
Peneliti menemukan bahwa cara orang merespons kesalahan dapat memprediksi kecenderungan menghindar. Studi mengikuti peserta dengan gejala kecemasan dan depresi, mengukur aktivitas otak setelah kesalahan dan kembali satu tahun kemudian.