Peneliti menggunakan metode di mana peserta mendengar suara mereka sendiri yang diubah secara waktu nyata lewat headphone. Umpan balik yang diubah membuat peserta mengubah cara berbicara, sehingga terjadi pembelajaran gerakan bicara.
Tim lalu menerapkan stimulasi magnetik transkranial (TMS) ke tiga wilayah otak: korteks auditori, korteks somatosensorik, dan korteks motor. Para peneliti menguji seberapa baik peserta mengingat perubahan itu satu hari kemudian.
Hasilnya, gangguan pada area sensorik (auditori atau somatosensorik) membuat retensi menjadi sulit, sedangkan gangguan pada area motor tidak mengurangi ingatan tersebut.
Kata-kata sulit
- umpan balik — suara atau informasi yang dikembalikan ke peserta
- stimulasi — pemberian rangsangan untuk mengubah aktivitas otak
- korteks — lapisan luar otak yang mengatur fungsi tertentu
- auditori — area otak yang memproses suara
- somatosensorik — area otak yang memproses sensasi tubuh
- retensi — kemampuan menyimpan perubahan dalam ingatan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana perasaanmu jika mendengar suaramu berubah lewat headphone? Jelaskan singkat.
- Mengapa menurutmu gangguan pada area sensorik bisa membuat retensi sulit?
- Apakah menurutmu latihan bicara dengan umpan balik bisa membantu belajar? Mengapa?
Artikel terkait
Kebiasaan Tidur Terkait Penuaan Otak
Studi dengan pemindaian otak dan kuesioner dari lebih dari 23.000 orang dewasa menemukan beberapa kebiasaan tidur terkait volume lesi materi putih yang lebih besar. Peneliti mengatakan memperbaiki tidur mungkin membantu mengurangi penuaan otak dan risiko demensia.
Otak Prediksi Frasa, Bukan Hanya Kata Berikutnya
Penelitian menunjukkan otak manusia memprediksi kata dengan mengelompokkan kata secara gramatikal menjadi frasa, berbeda dari model bahasa besar (LLM) yang dilatih untuk menebak kata berikutnya. Temuan ini didukung oleh eksperimen dan rekaman aktivitas otak.
Molekul Waktu dan Talamus Mengatur Ingatan
Penelitian baru menunjukkan bahwa beberapa penunjuk waktu molekuler menentukan apakah kesan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Tim menemukan peran sentral talamus dan menyebut kemungkinan relevansi untuk penyakit seperti Alzheimer.