Peneliti meneliti apakah otak memprediksi kata seperti model bahasa besar (LLM). Mereka menemukan perbedaan penting: otak mengantisipasi kata dengan mempertimbangkan kelompok tata bahasa, bukan hanya kemungkinan kata berikutnya.
Studi ini melakukan beberapa eksperimen dengan penutur bahasa Mandarin dan merekam aktivitas otak menggunakan magnetoensefalografi (MEG). Penelitian juga memakai tes Cloze, yaitu menghilangkan kata dari teks agar peserta mengisi bagian kosong.
Untuk membandingkan, peneliti pakai LLM dan mengukur keterdugaan kata dengan entropi dan surprisal. Analisis menunjukkan otak peka terhadap struktur frasa saat membuat prediksi.
Kata-kata sulit
- memprediksi — menebak atau memperkirakan sesuatu sebelum terjadi
- kelompok tata bahasa — kelas kata yang punya fungsi yang sama
- magnetoensefalografi — metode merekam aktivitas otak dengan medan magnet
- tes Cloze — uji untuk mengisi kata yang hilang dalam teks
- keterdugaan — seberapa besar kemungkinan sebuah kata muncul
- entropi — ukuran ketidakpastian atau variasi informasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mengerjakan tes mengisi kata yang hilang? Ceritakan singkat pengalamanmu.
- Mengapa menurutmu penting otak memperhatikan kelompok tata bahasa saat memprediksi kata?
- Menurutmu, apa perbedaan utama antara model bahasa dan otak manusia dalam memprediksi kata?
Artikel terkait
Platform Baru Pantau Demam Berdarah Secara Bulanan
Global Dengue Observatory adalah platform dari LSHTM yang memantau tren demam berdarah bulanan menggunakan data WHO dan proyek OpenDengue. Alat ini membantu menyoroti kenaikan, keterlambatan pelaporan, dan pola regional seperti di Amerika Latin.
AI Mempelajari Nilai Budaya dari Perilaku Manusia
Penelitian University of Washington menunjukkan AI yang dilatih mengamati perilaku manusia dapat meniru nilai budaya. Eksperimen permainan dan tes donasi menunjukkan agen yang dilatih pada data kelompok Latino bertindak lebih tolong‑menolong.
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.