Peneliti meneliti apakah otak memprediksi kata seperti model bahasa besar (LLM). Mereka menemukan perbedaan penting: otak mengantisipasi kata dengan mempertimbangkan kelompok tata bahasa, bukan hanya kemungkinan kata berikutnya.
Studi ini melakukan beberapa eksperimen dengan penutur bahasa Mandarin dan merekam aktivitas otak menggunakan magnetoensefalografi (MEG). Penelitian juga memakai tes Cloze, yaitu menghilangkan kata dari teks agar peserta mengisi bagian kosong.
Untuk membandingkan, peneliti pakai LLM dan mengukur keterdugaan kata dengan entropi dan surprisal. Analisis menunjukkan otak peka terhadap struktur frasa saat membuat prediksi.
Kata-kata sulit
- memprediksi — menebak atau memperkirakan sesuatu sebelum terjadi
- kelompok tata bahasa — kelas kata yang punya fungsi yang sama
- magnetoensefalografi — metode merekam aktivitas otak dengan medan magnet
- tes Cloze — uji untuk mengisi kata yang hilang dalam teks
- keterdugaan — seberapa besar kemungkinan sebuah kata muncul
- entropi — ukuran ketidakpastian atau variasi informasi
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah mengerjakan tes mengisi kata yang hilang? Ceritakan singkat pengalamanmu.
- Mengapa menurutmu penting otak memperhatikan kelompok tata bahasa saat memprediksi kata?
- Menurutmu, apa perbedaan utama antara model bahasa dan otak manusia dalam memprediksi kata?
Artikel terkait
Tisu Uji Cepat untuk Deteksi Timbal di Rumah dan Mobil
Sebuah studi memvalidasi tisu kolorimetrik yang berubah warna untuk mendeteksi timbal di rumah dan kendaraan pekerja konstruksi. Metode ini lebih cepat dan jauh lebih murah dibanding tes laboratorium dan bisa dipakai langsung oleh keluarga.
AI Mempercepat Diagnostik Medis di Sub-Sahara Afrika
Kecerdasan buatan kini dipakai untuk diagnosis cepat di beberapa bagian sub-Sahara Afrika, termasuk deteksi malaria dan interpretasi rontgen. Proyek awal menunjukkan pengurangan pemberian antibiotik tidak tepat dan komplikasi malaria, namun regulasi dan privasi tetap penting.