Peneliti bertanya apakah otak manusia memprediksi kata dengan cara yang sama seperti model bahasa besar (LLM), yang dilatih untuk menebak kata berikutnya. Riset yang dipublikasikan di Nature Neuroscience menunjukkan bahwa otak menggunakan unit linguistik yang lebih besar saat membuat prediksi: orang cenderung mengantisipasi berdasarkan kelompok tata bahasa atau konstituen, bukan hanya kata tunggal.
Studi tersebut melibatkan beberapa eksperimen pada penutur bahasa Mandarin dan merekam aktivitas otak dengan magnetoensefalografi (MEG). Para peneliti juga melakukan tes Cloze — menghapus kata dari teks agar peserta menebaknya — dan menganalisis data tambahan dari pasien yang terekspos bahasa Inggris untuk menguji lintas bahasa.
Untuk perbandingan, tim menggunakan LLM dan mengukur keterdugaan kata lewat entropi dan surprisal. Mereka membandingkan respons otak terhadap kata dengan prediksi model dan menemukan pola yang menunjukkan kepekaan otak terhadap struktur konstituen saat mengantisipasi kata.
Kata-kata sulit
- memprediksi — menebak atau memperkirakan sesuatu sebelum terjadi
- model bahasa besar — program komputer yang dilatih menebak kata berikutnya
- konstituen — bagian atau kelompok kata dalam struktur kalimat
- magnetoensefalografi — metode perekaman aktivitas otak dengan medan magnet
- entropi — ukuran ketidakpastian atau variasi dalam prediksi
- surprisal — berapa mengejutkan atau tidak terduga suatu kata
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah Anda menebak kata berikutnya saat membaca atau mendengar? Ceritakan situasinya.
- Bagaimana menurut Anda hasil bahwa otak mengantisipasi berdasarkan konstituen bisa membantu pengajaran bahasa?
- Apakah model bahasa sebaiknya meniru cara otak mengantisipasi kata? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
AI Baru untuk Mendeteksi dan Memantau Tuberkulosis
Para peneliti menampilkan beberapa alat kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan memantau TB pada Union World Conference on Lung Health di Kopenhagen (18-21 November). Alat ini menjanjikan akses lebih cepat dan murah, tetapi butuh validasi lebih lanjut.