#Kecerdasan Buatan9
AI Membantu Mendeteksi Melanoma
Peneliti University of Missouri menguji kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi melanoma dari gambar kulit. Teknologi ini dimaksudkan sebagai alat pendukung keputusan, bukan pengganti dokter, dan hasil awal menunjukkan potensi peningkatan akurasi.
Foto oleh Joshua van der Schyff, Unsplash
Headphone Pintar Memisahkan Suara Mitra di Tempat Bising
Sebuah tim mengembangkan headphone pintar yang memakai kecerdasan buatan untuk mengikuti ritme percakapan dan mengisolasi suara mitra sehingga lebih mudah didengar di tempat bising. Prototipe dipresentasikan di Suzhou dan kode sumbernya tersedia untuk diunduh.
AI Mempelajari Nilai Budaya dari Perilaku Manusia
Penelitian University of Washington menunjukkan AI yang dilatih mengamati perilaku manusia dapat meniru nilai budaya. Eksperimen permainan dan tes donasi menunjukkan agen yang dilatih pada data kelompok Latino bertindak lebih tolong‑menolong.
Kecerdasan buatan memperluas akses informasi kesehatan seksual
Organisasi dan peneliti di Amerika Latin menggunakan kecerdasan buatan untuk memberi informasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada anak muda dan kelompok terpinggirkan. Proyek di Peru dan Argentina mengatasi hambatan bahasa, stigma, dan keterbatasan layanan.
AI Membimbing Mahasiswa Bedah Saat Latihan Menjahit Luka
Para peneliti di Johns Hopkins mengembangkan AI yang menilai dan memberi umpan balik personal pada mahasiswa kedokteran saat berlatih menjahit luka. Studi acak dengan 12 mahasiswa menunjukkan manfaat terbesar bagi yang sudah punya dasar bedah.
Model Bahasa Mengubah Penilaian Berdasarkan Identitas Pengarang
Peneliti University of Zurich menemukan bahwa large language models mengubah penilaian teks ketika diberi tahu siapa pengarangnya. Tanpa sumber, model sering sepakat, tetapi menyebut pengarang memicu bias, termasuk bias anti-Cina.
Tidak ada artikel lagi