Tim peneliti dari Georgia Tech, dipimpin oleh mahasiswa PhD David Oygenblik, menemukan kerentanan baru yang mereka beri nama VillainNet. Kerentanan ini memengaruhi jaringan super kecerdasan buatan yang sering dipakai sistem mengemudi otonom untuk memilih subjaringan sesuai kondisi jalan.
Jaringan super bekerja dengan menukar subjaringan kecil untuk tugas seperti hujan, lalu lintas, atau pergantian jalur. Para peneliti menemukan pintu belakang tersembunyi yang tetap tidak aktif sampai subjaringan tertentu terpilih; ketika aktif, VillainNet bisa mengambil alih kendaraan dan memaksa mobil menabrak.
Dalam eksperimen, serangan yang diaktifkan hampir selalu berhasil, dengan tingkat keberhasilan 99%. Para peneliti juga melaporkan bahwa deteksi membutuhkan 66x lebih banyak daya komputasi dan waktu, sehingga pintu belakang sulit ditemukan.
Kata-kata sulit
- kerentanan — kondisi yang memungkinkan sistem diserang atau rusak
- jaringan super — model kecerdasan buatan yang memiliki banyak subjaringan
- subjaringan — bagian lebih kecil dari sebuah jaringan AI
- pintu belakang — kode tersembunyi untuk akses tidak sah
- mengambil alih — mengontrol sesuatu secara paksa atau total
- deteksi — proses menemukan masalah atau serangan
- daya komputasi — kapasitas pemrosesan data oleh komputer
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu khawatir jika mobil otonom bisa diretas seperti ini? Jelaskan singkat alasanmu.
- Apa langkah sederhana yang menurutmu bisa dilakukan produsen mobil untuk mengurangi risiko pintu belakang pada jaringan super?
- Menurutmu mengapa peneliti perlu melaporkan kerentanan seperti VillainNet?
Artikel terkait
Kampanye Pemilu Bangladesh Beralih ke Media Sosial
Pemilu Parlemen Bangladesh pada 12 Februari 2026 menunjukkan pergeseran kampanye dari jalanan ke platform digital. Media sosial jadi pusat pesan politik, sementara otoritas dan platform mencoba mengatur dan menangani misinformasi serta konten buatan AI.
Kehadiran Manusia Mengubah Perilaku Hewan Liar
Studi global menemukan hewan liar mengubah perilaku bukan hanya karena perusakan habitat, tetapi juga karena kehadiran manusia. Penelitian memakai GPS, data ponsel, dan satelit, lalu mendapati sebagian besar spesies bereaksi saat orang hadir.