Moharaj Sharma: Suara Sastra NepaliCEFR A1
15 Des 2025
Diadaptasi dari Sangita Swechcha, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Leandra Rieger, Unsplash
- Moharaj Sharma adalah penyair dan jurnalis.
- Ia juga membuat film dokumenter.
- Karyanya memperkuat sastra Nepali.
- Puisinya bicara tentang identitas sosial.
- Ia sering melakukan perjalanan ke banyak tempat.
- Ia mendokumentasikan kisah pengungsi dan komunitas.
- Media digital membuat banyak suara kini terdengar.
- Koleksi puisinya nanti fokus pada orang biasa.
- Ia menerima penghargaan dari beberapa lembaga sastra.
- Orang Nepali di luar negeri menjaga budaya.
Kata-kata sulit
- penyair — orang yang menulis puisi dan karya sastra
- jurnalis — orang yang bekerja membuat berita atau artikel
- mendokumentasikan — membuat catatan atau rekaman tentang sesuatu
- identitas — ciri atau karakter yang menjelaskan siapa seseorang
- pengungsi — orang yang meninggalkan rumah karena bahaya
- penghargaan — hadiah atau pengakuan untuk pekerjaan baik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu suka puisi?
- Pernahkah kamu menonton film dokumenter?
- Siapa orang biasa yang kamu kenal?
Artikel terkait
Haris Pardede: dari jurnalis koran ke YouTuber sepak bola
Haris Kristanto Pardede beralih dari jurnalis olahraga di koran ke pembuat video daring. Namanya makin dikenal setelah meliput Timnas di Piala Asia 2023, dan ia kini membawakan kanal YouTube Bung Harpa dengan liputan langsung dari lapangan.
Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis Perempuan
Kekerasan digital terhadap jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Serangan online meliputi doxing, manipulasi foto, peretasan dan DDoS; korban melaporkan perlindungan kelembagaan yang terbatas.
Nigeria Batalkan Kebijakan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris Kembali Jadi Pengantar
Pemerintah Nigeria membatalkan Kebijakan Bahasa Nasional 2022 yang mewajibkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada pendidikan awal. Keputusan mengembalikan bahasa Inggris sebagai satu-satunya pengantar dan memicu perdebatan luas di kalangan pendidik dan ahli bahasa.