#Media48
Deepfake seksual tanpa izin di Brasil
Laporan menunjukkan AI dipakai untuk membuat dan menyebarkan gambar seksual tanpa persetujuan di beberapa bagian Brasil. Sebuah catatan teknis oleh Internetlab menyoroti lonjakan deepfake seksual dan menyerukan regulasi dan pendidikan literasi digital.
Foto oleh KOBU Agency, Unsplash
Dubioza Kolektiv: 'Yebiga', Kritik pada Kecerdasan Buatan
Grup Bosnia Dubioza Kolektiv merilis lagu berjudul "Yebiga" yang mengkritik ketergantungan pada kecerdasan buatan dan algoritme. Video satir menampilkan citra elit teknologi dan perangkat fiksi HEPEK, serta menerima banyak tayangan di YouTube.
Indonesia Perketat Aturan Platform Digital
Pemerintah Indonesia memperketat pengaturan platform digital dan menuntut transparansi moderasi konten. Aturan memberi wewenang menghapus konten dan memblokir platform, namun kritik mengatakan ketentuan itu masih kabur dan bisa mengganggu kebebasan berbicara.
Jangan Tanya AI, Tanya Rekan: Kreativitas dan Hak Asasi
Tiga penyunting dari organisasi hak asasi menulis editorial bersama tentang penggunaan AI. Mereka meluncurkan seri "Don't ask AI, ask a peer" untuk menyorot kreativitas manusia, pertukaran sejawat, dan pendekatan hak asasi terhadap AI.
Seniman dan Jurnalis Australia Menentang Penggunaan AI atas Karya Mereka
Seniman, jurnalis, dan pekerja kebudayaan Aborigin di Australia meluncurkan kampanye "Stop AI Theft" dan tagar #PayUp. Mereka menuntut hukum yang memberi kontrol, kompensasi, dan transparansi atas penggunaan karya oleh alat AI generatif.
Kecerdasan Buatan dan Ketimpangan Bahasa Online
Sebuah kajian menemukan banyak model bahasa besar berkinerja lebih baik dalam bahasa Inggris. Akibatnya, penutur bahasa lain sering mendapat keluaran yang kurang akurat atau tidak sesuai. Para ahli mendorong kerja sama dengan komunitas lokal dan validasi data multibahasa.
Africa Wiki Women: Menambah Keterlihatan Perempuan Afrika
Africa Wiki Women mendorong perempuan Afrika membuat dan memperbaiki konten di platform Wikimedia. Didirikan oleh tiga perempuan, kelompok ini melatih ratusan wanita dan menjalankan pelatihan, kampanye, serta program pendampingan untuk meningkatkan partisipasi.