Pemadaman Internet dan Penumpasan Protes di IranCEFR A1
21 Feb 2026
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Parastoo Maleki, Unsplash
- Aksi mulai pada 27 Desember 2025 di Tehran.
- Tempat awal adalah Grand Bazaar Teheran.
- Protes menyebar ke lebih dari 30 provinsi.
- Pemerintah mematikan akses internet pada 8 Januari 2026.
- Akses internet mulai pulih secara terbatas pada 23 Januari.
- Video muncul yang menunjukkan kekerasan negara yang luas.
- Banyak orang ditangkap di lebih dari satu kota.
- Tahanan ditahan penuh dan berisiko disiksa.
- Komentar pro-pemerintah mengisi ruang berita internasional.
- Kontrol atas internet membatasi bukti dan pembicaraan publik.
Kata-kata sulit
- protes — tindakan orang yang menolak atau menuntut perubahan
- provinsi — bagian wilayah administratif dalam sebuah negara
- mematikan — menghentikan kerja alat atau layanan
- akses — cara untuk masuk atau menggunakan sesuatuAkses internet
- kekerasan — tindakan menyakiti orang atau harta benda
- tahanan — orang yang ditahan oleh pihak berwenang
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah kehilangan akses internet di kotamu?
- Pernahkah kamu melihat video tentang protes di internet?
- Bagaimana perasaanmu jika banyak orang ditangkap?
Artikel terkait
Kekerasan Digital terhadap Jurnalis dan Aktivis Perempuan
Kekerasan digital terhadap jurnalis dan aktivis perempuan di Indonesia semakin terlihat dalam lima tahun terakhir. Serangan online meliputi doxing, manipulasi foto, peretasan dan DDoS; korban melaporkan perlindungan kelembagaan yang terbatas.
Seniman dan Jurnalis Australia Menentang Penggunaan AI atas Karya Mereka
Seniman, jurnalis, dan pekerja kebudayaan Aborigin di Australia meluncurkan kampanye "Stop AI Theft" dan tagar #PayUp. Mereka menuntut hukum yang memberi kontrol, kompensasi, dan transparansi atas penggunaan karya oleh alat AI generatif.
Film Romantis, Harapan, dan Realitas Hubungan
Dua ahli dari Virginia Tech mengatakan film-film romantis, dari Disney sampai Hallmark, membentuk harapan orang tentang hubungan. Mereka menyorot tren idealisasi, kurangnya keberagaman, dan risiko standar yang tidak realistis terhadap kehidupan nyata.