Sebuah undang-undang baru muncul di Filipina. Undang-undang ini mengusulkan agar MTRCB mengatur konten online. Banyak seniman merasa khawatir. Mereka takut undang-undang ini bisa membatasi kebebasan berekspresi. MTRCB saat ini mengatur acara TV dan film. Kritikus berpendapat bahwa ini bisa menyebabkan sensor terhadap konten yang tidak diinginkan.
Para penulis undang-undang mengatakan bahwa ini untuk melindungi penonton muda. Namun, banyak pihak yang menolak. Liga Aktor Filipina ingin diskusi tentang masalah ini.
Kata-kata sulit
- undang-undang — Peraturan resmi yang dibuat oleh pemerintah
- mengatur — Menetapkan aturan atau mengawasi sesuatu
- konten — Isi atau materi yang ada di media
- kebebasan berekspresi — Hak untuk menyatakan pendapat dan ide
- sensor — Penghentian atau pengubahan materi oleh pihak berwenang
- menolak — Tidak setuju atau menentang suatu usulan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu setuju undang-undang yang mengatur konten online? Mengapa?
- Bagaimana menurutmu cara terbaik melindungi penonton muda dari konten yang tidak sesuai?
- Jika kamu seorang seniman, apa yang akan kamu lakukan jika undang-undang itu diberlakukan?
Artikel terkait
Rusia Melarang Film yang Dinilai Menentang Nilai Tradisional
Pada 1 Maret 2026, undang-undang baru di Rusia melarang distribusi film yang dianggap mencemarkan nilai-nilai tradisional. Kementerian Kebudayaan dapat menolak lisensi untuk bioskop, layanan streaming daring, dan media sosial.
Nigeria Batalkan Kebijakan Bahasa Nasional, Bahasa Inggris Kembali Jadi Pengantar
Pemerintah Nigeria membatalkan Kebijakan Bahasa Nasional 2022 yang mewajibkan bahasa daerah sebagai bahasa pengantar pada pendidikan awal. Keputusan mengembalikan bahasa Inggris sebagai satu-satunya pengantar dan memicu perdebatan luas di kalangan pendidik dan ahli bahasa.
Perempuan kulit hitam pertama di Academia Brasileira de Letras
Pada 10 Juli Ana Maria Gonçalves terpilih di Academia Brasileira de Letras (ABL) sebagai perempuan kulit hitam pertama dalam sejarah 128 tahun lembaga itu. Ia dikenal lewat novel Um defeito de cor dan berencana bekerja untuk buku di Brasil.