LingVo.club
📖+10 XP
🎧+10 XP
+15 XP
Bagaimana Kongres Bereaksi di Media Sosial Setelah Penembakan Massal (Level A1) — people walking on street during daytime

Bagaimana Kongres Bereaksi di Media Sosial Setelah Penembakan MassalCEFR A1

28 Des 2025

Diadaptasi dari James Devitt-NYU, Futurity CC BY 4.0

Foto oleh Chip Vincent, Unsplash

Level A1 – Pemula
2 mnt
76 kata
  • Ada penembakan massal di beberapa tempat di negara.
  • Anggota Kongres menulis pesan tentang kejadian itu.
  • Penelitian melihat posting anggota selama dua tahun penuh.
  • Demokrat lebih sering menulis tentang isu senjata.
  • Respons Demokrat muncul dalam waktu sekitar dua hari.
  • Anggota Republik jarang menunjukkan respons yang sama.
  • Demokrat bicara tentang korban, keluarga, dan legislasi.
  • Republik bicara tentang hak, penegakan, dan kejahatan.
  • Perhatian anggota naik cepat lalu turun dalam beberapa hari.
  • Penulis menyarankan tekanan publik harus berlanjut setelah awal.

Kata-kata sulit

  • penembakan massaltembakan banyak orang di satu tempat
  • penelitianstudi untuk mencari fakta dan informasi
  • legislasiaturan atau hukum yang dibuat untuk semua orang
  • penegakantindakan untuk menjalankan aturan atau hukum
  • tekanan publikdorongan masyarakat agar pemerintah bertindak

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apakah kamu pernah membaca atau melihat berita seperti ini?
  • Apakah menurutmu perhatian publik harus berlanjut setelah awal?

Artikel terkait

Badai Melissa Mengancam Jamaika (Level A1)
28 Okt 2025

Badai Melissa Mengancam Jamaika

Badai Melissa melintas di Karibia akhir Oktober dan mengancam Jamaika. Pemerintah keluarkan peringatan, situs meteo sempat tak bisa diakses, evakuasi dan tempat penampungan dibuka; tercatat tiga kematian dan 13 orang luka.

Fiksi dari Togo tentang Kekuasaan (Level A1)
22 Apr 2026

Fiksi dari Togo tentang Kekuasaan

Hubert Kolani, pengacara dan penulis muda asal Togo, menulis novel Le Sang du Pouvoir (Darah Kekuasaan) untuk mengamati kekuasaan dan mendorong debat. Ia berharap pembaca melihat politik dengan cara yang lebih manusiawi.