Seniman Komik Athena Pakai Horor untuk PolitikCEFR B2
13 Okt 2025
Diadaptasi dari Elvis Takahashi Mantello, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh João Pedro Schmitz, Unsplash
Nikos Tragganidas Posazennikov, atau Nick, adalah seniman buku komik yang berbasis di Athena. Selain membuat komik, ia bekerja sebagai animator dan musisi. Wawancara berlangsung di Exarchia, lingkungan dengan konotasi kuat tentang protes, gentrifikasi, dan perlawanan budaya. Nick dibesarkan dalam keluarga yang aktif secara politik dan sempat didorong agar tidak menekuni seni, tetapi akhirnya memilih jalan seni secara penuh waktu.
Karya awalnya fokus pada horor supernatural dengan ketegangan visual dan makhluk aneh. Namun dua peristiwa besar mengubah arah temanya: kecelakaan kereta di Tempi pada Februari 2023, yang menewaskan 57 orang dan membuka kebocoran tentang kelalaian serta korupsi lama dalam sistem perkeretaapian Yunani, dan perang yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Peristiwa-peristiwa ini mendorongnya membuat karya yang lebih mengangkat horor kehidupan nyata, termasuk karya tentang Palestina.
Komik terbarunya, Vile Hunter, berasal dari ide masa sekolah menengah dan terpengaruh oleh seri Hellblazer serta tokoh John Constantine. Tokoh utama, Mac, digambarkan sebagai demonstran biasa yang kasar gayanya: ia sadar politik tapi tidak terorganisir, dan bereaksi dengan takut, bingung, atau jijik—reaksi yang dapat dikenali pembaca. Nick memakai unsur supranatural untuk mencerminkan ketidakadilan nyata; ia berargumen bahwa hantu yang lahir dari kejahatan tidak akan lenyap selagi sistem penyebabnya tetap ada. Tagline The Flowers of Pain ingin menunjukkan bagaimana gentrifikasi dan kekerasan polisi mengubah suasana dan rasa aman sebuah lingkungan.
Soal harapan dan tindakan, Nick mengatakan orang yang terlibat politik harus menjaga harapan agar terus berjuang dan ia mengulang yel protes yang ia sukai: "Bahkan jika kita kalah, kita terus berjuang." Ia menilai seni memiliki peran penting dalam perlawanan karena dapat menjangkau orang dengan cara yang kadang foto atau artikel tidak mampu, dan ia mendorong seniman untuk tetap berkarya secara kritis.