Parlemen Negara Bagian Victoria mengesahkan perjanjian formal pertama Australia dengan First Peoples setelah sepuluh tahun kerja bersama pemilik adat tradisional. Undang‑undang ini bertujuan mengurangi kesenjangan dalam kesehatan, pendidikan, dan perumahan dengan memberi komunitas adat peran lebih besar pada proyek yang memengaruhi mereka.
Hukum itu membentuk tiga badan utama dan sebuah dana infrastruktur. Nama badan tersebut adalah Gellung Warla (First Peoples’ Assembly of Victoria) sebagai badan perwakilan permanen, Nyerna Yoorrook Telkuna sebagai badan pencari kebenaran yang akan memasukkan materi pencarian kebenaran ke kurikulum sekolah, dan Nginma Ngainga Wara sebagai badan akuntabilitas.
Berita ini mendapat sambutan hangat dari pendukung dan aktivis, termasuk petisi online. Namun undang‑undang juga mendapat kritik keras dari konservatif dan tokoh yang menyebutnya memecah belah; beberapa pengkritik mengaitkan perjanjian ini dengan penolakan referendum Federal Voice 2023. Situs resmi Treaty menegaskan hukum itu tidak mengubah konstitusi, tidak menciptakan kamar ketiga, dan tidak memberi kompensasi finansial individual.
Kata-kata sulit
- perjanjian — Kesepakatan resmi antara pihak-pihak.perjanjian ini, perjanjian tersebut
- masyarakat — Sekelompok orang yang hidup bersama.masyarakat adat, masyarakat Australia
- badan — Organisasi atau lembaga yang memiliki fungsi tertentu.badan penting, badan perwakilan
- dukungan — Bantuan atau sokongan kepada seseorang atau sesuatu.
- perdebatan — Diskusi atau argumen tentang suatu topik.
- kesenjangan — Perbedaan atau jarak antara dua hal.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa perjanjian ini penting bagi masyarakat adat?
- Bagaimana perjanjian ini dapat mengubah hubungan antara masyarakat adat dan masyarakat lainnya?
- Apa potensi dampak negatif dari perjanjian ini?
Artikel terkait
Tekan Cochrane: Pengacara Masyarakat Adat dan Pembela Keadilan
Tekan Cochrane adalah pengacara masyarakat adat Australia yang bekerja untuk reformasi sistemik dan akuntabilitas. Ia aktif dalam organisasi hukum, membantu paket reparasi bagi generasi yang dicuri, dan berbicara tentang prioritas keadilan pada 2026.
COP30 di Belém: Tekanan Karibia untuk Keadilan Iklim
COP30 berlangsung di Belém, Brazil, dari 10 hingga 21 November untuk melanjutkan pembicaraan tentang krisis iklim. Negara-negara Karibia menuntut keadilan iklim dan agenda Loss and Damage setelah Hurricane Melissa menyebabkan kerusakan besar.
Farzana Sithi dan Perjuangan Perempuan setelah Juli–Agustus 2024
Farzana Sithi, aktivis dari Jessore, menjadi suara terkenal untuk hak perempuan setelah pemberontakan Juli–Agustus 2024. Ia melaporkan kekerasan, pelecehan daring, dan kegagalan pemerintah dalam menangani korban dan kuota perempuan.