Parlemen Negara Bagian Victoria mengesahkan perjanjian formal pertama Australia dengan First Peoples setelah sepuluh tahun kerja bersama pemilik adat tradisional. Undang‑undang ini bertujuan mengurangi kesenjangan dalam kesehatan, pendidikan, dan perumahan dengan memberi komunitas adat peran lebih besar pada proyek yang memengaruhi mereka.
Hukum itu membentuk tiga badan utama dan sebuah dana infrastruktur. Nama badan tersebut adalah Gellung Warla (First Peoples’ Assembly of Victoria) sebagai badan perwakilan permanen, Nyerna Yoorrook Telkuna sebagai badan pencari kebenaran yang akan memasukkan materi pencarian kebenaran ke kurikulum sekolah, dan Nginma Ngainga Wara sebagai badan akuntabilitas.
Berita ini mendapat sambutan hangat dari pendukung dan aktivis, termasuk petisi online. Namun undang‑undang juga mendapat kritik keras dari konservatif dan tokoh yang menyebutnya memecah belah; beberapa pengkritik mengaitkan perjanjian ini dengan penolakan referendum Federal Voice 2023. Situs resmi Treaty menegaskan hukum itu tidak mengubah konstitusi, tidak menciptakan kamar ketiga, dan tidak memberi kompensasi finansial individual.
Kata-kata sulit
- perjanjian — Kesepakatan resmi antara pihak-pihak.perjanjian ini, perjanjian tersebut
- masyarakat — Sekelompok orang yang hidup bersama.masyarakat adat, masyarakat Australia
- badan — Organisasi atau lembaga yang memiliki fungsi tertentu.badan penting, badan perwakilan
- dukungan — Bantuan atau sokongan kepada seseorang atau sesuatu.
- perdebatan — Diskusi atau argumen tentang suatu topik.
- kesenjangan — Perbedaan atau jarak antara dua hal.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Mengapa perjanjian ini penting bagi masyarakat adat?
- Bagaimana perjanjian ini dapat mengubah hubungan antara masyarakat adat dan masyarakat lainnya?
- Apa potensi dampak negatif dari perjanjian ini?
Artikel terkait
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.
Media Sosial: Manfaat dan Risiko Informasi
Media sosial memberi dukungan dan informasi, tetapi juga menyebarkan ujaran kebencian, kebohongan, dan bahaya nyata. Perubahan kebijakan dan teknologi—termasuk keputusan Meta Januari 2025 dan AI generatif—memperbesar manfaat sekaligus risiko.
Dua Pengacara Pakistan Dipenjara karena Unggahan Media Sosial
Dua pengacara hak asasi manusia di Pakistan dijatuhi hukuman penjara pada 24 Januari 2026 terkait unggahan media sosial yang mengkritik militer. Proses persidangan berlangsung sangat cepat dan memicu kecemasan tentang undang-undang siber PECA.