Parlemen Negara Bagian Victoria telah mengesahkan undang‑undang yang menandai perjanjian formal pertama antara pemerintah dan First Peoples, hasil kerja bersama pemilik adat tradisional selama sekitar sepuluh tahun. Tujuan utama undang‑undang ini adalah memberi First Peoples kontrol lebih besar atas proyek yang memengaruhi komunitas mereka dan mengatasi kesenjangan dalam layanan publik seperti kesehatan, pendidikan, dan perumahan.
Undang‑undang itu menetapkan tiga badan utama dan sebuah dana infrastruktur. Tiga badan tersebut adalah Gellung Warla, yang berfungsi sebagai badan perwakilan permanen; Nyerna Yoorrook Telkuna, sebuah badan pencari kebenaran yang rencananya akan memasukkan kegiatan pencarian kebenaran ke kurikulum sekolah; dan Nginma Ngainga Wara, badan akuntabilitas. Selain itu undang‑undang membuat dana untuk proyek infrastruktur yang berdampak pada komunitas adat.
Respons publik bercampur. Banyak pendukung, aktivis, dan pengguna platform daring menyambut baik perjanjian dan memulai petisi untuk memperluasnya ke tingkat nasional. Namun ada penentangan keras dari pihak konservatif yang menilai perjanjian berpotensi memecah belah, serta komentar yang membandingkannya dengan referendum Federal Voice 2023 yang ditolak pemilih. Situs resmi Treaty menegaskan undang‑undang itu tidak mengubah konstitusi Victoria atau Konstitusi Commonwealth, tidak menciptakan kamar ketiga parlemen, tidak mengubah undang‑undang pajak, dan tidak memberikan kompensasi finansial individual.
Sebagai konsekuensi politik, beberapa pemimpin oposisi mengancam akan mencabut undang‑undang jika menang pemilu mendatang, sementara pendukung terus menggalang dukungan publik dan petisi. Teks lengkap undang‑undang tersedia untuk dibaca bagi yang ingin memeriksa isi hukum tersebut.
Kata-kata sulit
- mengesahkan — menetapkan secara resmi menjadi undang-undang
- perjanjian formal — kesepakatan resmi antara pihak yang berbeda
- pemilik — orang atau kelompok yang memiliki sesuatupemilik adat tradisional
- kesenjangan — perbedaan besar dalam akses layanan atau kesempatan
- pencari kebenaran — upaya menyelidiki dan mengungkap peristiwa masa lalu
- akuntabilitas — tanggung jawab untuk tindakan dan keputusan
- infrastruktur — sarana dan fasilitas dasar untuk komunitas
- kompensasi — pembayaran atau ganti rugi atas kerugiankompensasi finansial individual
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana menurut Anda kontrol lebih besar untuk komunitas adat dapat memengaruhi layanan publik seperti kesehatan dan pendidikan? Beri alasan singkat.
- Apa manfaat dan risiko jika undang-undang ini dicabut oleh oposisi setelah pemilu? Jelaskan dua poin utama.
- Apakah Anda pikir model perjanjian tingkat negara bagian bisa diterapkan secara nasional? Mengapa atau mengapa tidak?
Artikel terkait
Video Lali Espósito 'Fanático' Sindir Presiden Milei
Pada akhir September 2024 Lali Espósito merilis video musik "Fanático" yang menjadi hit internasional dan sindiran politik terhadap Presiden Javier Milei. Video itu menanggapi pelecehan publik dan memicu reaksi luas di media sosial.
Rumeen Farhana Menang sebagai Calon Independen dengan Simbol Bebek
Rumeen Farhana, pengacara yang lama berafiliasi dengan BNP, maju sebagai calon independen di Brahmanbaria-2 setelah tidak mendapat pencalonan. Ia menggunakan simbol bebek, menggelar jumpa pers dengan bebek, dan memenangkan kursi itu.
Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd
Analisis Nataša Stanojević (ISAC) yang diterbitkan ulang oleh Global Voices meneliti liputan media dan respons politik terhadap unjuk rasa besar pada 28 June di Beograd. Sekitar 140,000 orang turut serta; media pro-pemerintah melabeli peserta, sementara laporan independen mencatat sebagian besar aksi damai dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.
Farzana Sithi dan Perjuangan Perempuan setelah Juli–Agustus 2024
Farzana Sithi, aktivis dari Jessore, menjadi suara terkenal untuk hak perempuan setelah pemberontakan Juli–Agustus 2024. Ia melaporkan kekerasan, pelecehan daring, dan kegagalan pemerintah dalam menangani korban dan kuota perempuan.