Perdebatan tentang Perlindungan Bukit AravalliCEFR A2
31 Jan 2026
Diadaptasi dari Abhimanyu Bandyopadhyay, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Agnese Kisune, Unsplash
Pada 20 November 2025, Mahkamah Agung menerima usulan dari Ministry of Environment, Forest and Climate Change (MoEFCC) untuk mendefinisikan ulang tanah yang dihitung sebagai bukit Aravalli. Aturan baru hanya mengakui bentang yang menonjol setinggi 100 meter atau lebih, beserta lerengnya.
Putusan itu membawa jeda pada pemberian izin penambangan baru dan memicu protes di berbagai daerah. Pemerintah menyebut perubahan sebagai penyeragaman administratif di empat negara bagian, sedangkan para ahli lingkungan khawatir konsistensi geologi dan ekologi diabaikan.
Gerakan warga muncul setelah krisis di Gurugram pada Februari 2025. Warga menentang rencana jalan yang memotong taman keanekaragaman hayati, dan pengadilan menghentikan amandemen undang-undang tanah dalam waktu singkat.
Kata-kata sulit
- mendefinisikan ulang — memberi arti baru atau batasan lain
- bentang — bagian daratan atau bentuk lahan tertentu
- menonjol — terlihat keluar atau lebih tinggi dari sekitarnya
- lereng — tanah miring pada sisi bukit atau gununglerengnya
- izin penambangan — izin resmi untuk mengambil bahan dari tanah
- penyeragaman administratif — proses membuat aturan serupa di beberapa wilayah
- keanekaragaman hayati — variasi jenis tumbuhan dan hewan di tempat
- konsistensi — kesamaan atau ketetapan sifat antar bagian
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda bukit yang kurang dari 100 meter masih perlu dilindungi? Mengapa?
- Apa yang bisa dilakukan warga jika mereka khawatir perubahan aturan merusak lingkungan?
- Bagaimana seharusnya pemerintah dan ahli lingkungan menyelesaikan perselisihan seperti ini?