Azerbaijan dan Armenia Bertemu untuk Pembicaraan DamaiCEFR A1
17 Jul 2025
Diadaptasi dari Arzu Geybullayeva, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Zulfugar Karimov, Unsplash
- Azerbaijan dan Armenia bertemu di luar negeri pada pertemuan penting.
- Pertemuan ini adalah kontak bilateral pertama tanpa perantara internasional.
- Keduanya membahas normalisasi hubungan negara mereka secara langsung.
- Perbatasan dan koridor lalu lintas menjadi topik utama diskusi.
- Ada diskusi tentang pembukaan jalur transit dan pengembangan.
- Banyak rincian pertemuan tetap dirahasiakan oleh pejabat.
- Konflik lama membuat banyak orang meninggalkan rumah mereka.
- Masih ada rintangan politik dan diplomatik sebelum damai tercapai.
- Pertemuan itu dianggap sebagai langkah awal penting.
Kata-kata sulit
- luar negeri — negara lain, bukan negara sendiri
- bilateral — melibatkan dua pihak atau dua negara
- perantara — orang atau pihak yang menjadi penghubungperantara internasional
- normalisasi — proses membuat hubungan kembali baik
- perbatasan — garis atau daerah antara dua negara
- merahasiakan — menyembunyikan informasi agar tidak diketahuidirahasiakan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah kamu pernah ke luar negeri?
- Apakah menurutmu pertemuan langsung penting?
- Pernahkah kamu melihat berita tentang perbatasan?
Artikel terkait
Pria Muda di Korea Selatan Beralih ke Kanan
Survei dan hasil pemilu menunjukkan banyak pria muda di Korea Selatan berpindah ke kanan politik, menciptakan kesenjangan gender besar soal feminisme, redistribusi, dan imigrasi. Meski begitu, sebagian besar pria muda tetap mematuhi aturan politik.
COP30 di Belém: Tekanan Karibia untuk Keadilan Iklim
COP30 berlangsung di Belém, Brazil, dari 10 hingga 21 November untuk melanjutkan pembicaraan tentang krisis iklim. Negara-negara Karibia menuntut keadilan iklim dan agenda Loss and Damage setelah Hurricane Melissa menyebabkan kerusakan besar.
Kurangnya Bukti Ilmiah Hambat Kebijakan Afrika
Lise Korsten dari African Academy of Sciences mengatakan sedikitnya bukti ilmiah yang dihasilkan di Afrika menghambat pembuatan kebijakan dan membuat benua itu lemah dalam perdagangan. AAS membangun jaringan dan program diplomasi sains untuk mengatasi masalah ini.