Krisis Kriket West Indies setelah Runtuh ke 27CEFR B2
23 Jul 2025
Diadaptasi dari Guest Contributor, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Swapnil Bhagwat, Unsplash
Pada 14 Juli 2025 tim kriket putra West Indies runtuh menjadi 27 run di ujung Tes terakhir dari seri tiga pertandingan melawan Australia, dan kekalahan itu menutup seri dengan kekalahan 3–0. Total 27 run itu merupakan salah satu yang terendah dalam sejarah Tes dan memicu kemarahan publik serta seruan perubahan di seluruh kawasan.
Penampilan bowling Australia sangat dominan: Mitchell Starc mengambil enam wicket dengan 9 run dalam 7.3 over, dan Scott Boland mengambil tiga wicket untuk 2 run termasuk sebuah hat-trick. Pengamat memuji pelatih bowling Ravi Rampaul karena membangun kembali serangan yang mematikan.
Reaksi datang dari mantan pemain dan administrator. Carl Hooper berkata ia "marah dan kecewa" dan menegaskan Daren Sammy harus dimintai pertanggungjawaban. Andy Roberts menuntut agar para pemimpin, termasuk direktur dan presiden, mundur. Jeffery Dujon mempertanyakan apakah Sammy tepat memegang peran pelatih tiga format sekaligus selector tunggal. Kishore Shallow mengaitkan sebagian kritik kepada Sammy karena asalnya dari St. Lucia.
CWI mengatakan akan mengambil tindakan perbaikan dan mengundang Clive Lloyd, Viv Richards, dan Brian Lara untuk bergabung dalam Komite Strategi Kriket dan Officiating yang dipimpin Enoch Lewis, dengan anggota yang sudah ada seperti Shivnarine Chanderpaul, Desmond Haynes, dan Ian Bradshaw. Brian Lara menilai CWI belum "melakukan sesuatu yang bermakna untuk menjaga kesetiaan pemain terhadap kriket West Indies," sambil menunjuk pensiunnya Nicholas Pooran pada usia 29 dan daya tarik lima atau enam liga franchise yang menguntungkan. Dimensi politik juga menambah kompleksitas; Shallow adalah calon New Democratic Party yang menentang perdana menteri St Vincent Ralph Gonzalves, yang pada 16 Juli menyerukan seluruh dewan CWI mengundurkan diri. Selain itu, SportsMax akan tutup pada 8 Agustus, dan pendirinya Chris Dehring mengatakan, "Semuanya ada waktunya." Kawasan kini menghadapi ketidakpastian saat seruan untuk reformasi struktural semakin kuat.
Kata-kata sulit
- runtuh — jatuh atau hancur secara tiba-tiba
- hat-trick — tiga wicket berturut-turut oleh satu pemain
- pertanggungjawaban — tanggung jawab atas tindakan atau keputusan seseorang
- mundur — mengundurkan diri dari jabatan atau posisi resmi
- pensiun — berhenti dari karier profesional karena usiapensiunnya
- reformasi — perubahan struktur atau aturan untuk memperbaiki sistem
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana kekalahan dan skor 27 run itu bisa mempengaruhi dukungan publik terhadap kriket di kawasan?
- Apakah menurut Anda satu orang boleh memegang peran pelatih dan selector sekaligus? Jelaskan alasan Anda dengan contoh dari teks.
- Bagaimana penutupan SportsMax dan adanya liga franchise yang menguntungkan dapat mengubah masa depan pemain kriket di kawasan?
Artikel terkait
COP30 di Belém: Tekanan Karibia untuk Keadilan Iklim
COP30 berlangsung di Belém, Brazil, dari 10 hingga 21 November untuk melanjutkan pembicaraan tentang krisis iklim. Negara-negara Karibia menuntut keadilan iklim dan agenda Loss and Damage setelah Hurricane Melissa menyebabkan kerusakan besar.
Haris Pardede: dari jurnalis koran ke YouTuber sepak bola
Haris Kristanto Pardede beralih dari jurnalis olahraga di koran ke pembuat video daring. Namanya makin dikenal setelah meliput Timnas di Piala Asia 2023, dan ia kini membawakan kanal YouTube Bung Harpa dengan liputan langsung dari lapangan.
Propaganda dan Liputan Media pada Unjuk Rasa 28 June di Beograd
Analisis Nataša Stanojević (ISAC) yang diterbitkan ulang oleh Global Voices meneliti liputan media dan respons politik terhadap unjuk rasa besar pada 28 June di Beograd. Sekitar 140,000 orang turut serta; media pro-pemerintah melabeli peserta, sementara laporan independen mencatat sebagian besar aksi damai dan penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi.
Protes di Madagascar Menyusul Pemadaman Listrik dan Krisis Air
Pemadaman listrik dan pemotongan air di seluruh Madagascar memicu protes Generasi Z pada akhir September 2025. Unjuk rasa berlangsung di Antananarivo, berujung bentrokan, penjarahan, korban jiwa, dan pemberhentian menteri energi.