LingVo.club
Level
Mongolia Mencabut Larangan Balap Kuda Musim Semi — Level A2 — a group of horses that are standing in the dirt

Mongolia Mencabut Larangan Balap Kuda Musim SemiCEFR A2

5 Feb 2025

Diadaptasi dari Nurbek Bekmurzaev, Global Voices CC BY 3.0

Foto oleh Adil Edin, Unsplash

Level A2 – Dasar / Elementer
2 mnt
97 kata

Pada 29 January pemerintah Mongolia mencabut larangan balap kuda yang sudah berlaku sejak 2019. Larangan itu sebelumnya melarang lomba antara 1 November dan 1 May, tetapi perubahan terbaru memperbolehkan balapan mulai 1 March. Balapan musim dingin tetap dilarang.

Wakil perdana menteri mengumumkan bahwa wewenang untuk menyelenggarakan lomba akan diserahkan kepada otoritas lokal. Keputusan ini mengikuti protes pada 25 January di Ulaanbaatar karena warga khawatir tradisi berkuda terancam. Namun banyak orang juga khawatir tentang keselamatan joki anak karena beberapa joki pernah terluka atau tewas. Isu lain yang muncul adalah dampak pada pendidikan dan kemungkinan eksploitasi terhadap anak-anak.

Kata-kata sulit

  • mencabutmenghapus atau membatalkan aturan resmi
  • laranganaturan yang tidak memperbolehkan sesuatu
  • wewenangkekuatan atau hak untuk membuat keputusan
  • otoritas lokalpemerintah atau instansi di tingkat kota atau daerah
  • keselamatankeadaan aman dan tanpa bahaya
  • eksploitasipemanfaatan orang biasanya secara tidak adil

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Apakah kamu setuju balapan dimulai pada 1 Maret? Mengapa?
  • Apa yang dikhawatirkan orang tentang keselamatan joki anak?
  • Menurutmu siapa yang lebih baik mengatur lomba: pemerintah pusat atau otoritas lokal? Jelaskan singkat.

Artikel terkait

TikTok dan Politik Klan di Somalia — Level A2
23 Okt 2025

TikTok dan Politik Klan di Somalia

Penelitian menemukan TikTok memperkuat klanisme dan memicu polarisasi di Somalia. Aplikasi ini memudahkan mobilisasi, donasi digital, dan penyebaran konten emosional yang terkadang mendukung konflik, meski ada juga usaha promosi perdamaian.