Pada 29 January pemerintah Mongolia mencabut larangan balap kuda musim semi yang diberlakukan sejak 2019. Larangan awal muncul setelah dua putusan Mahkamah Agung pada 2017 dan 2018, lalu pemerintah mengeluarkan dekrit yang melarang semua balap kuda musim dingin dan musim semi. Perubahan terbaru membolehkan balapan mulai 1 March, sementara balapan musim dingin tetap dilarang.
Wakil perdana menteri S. Amarsaikhan mengatakan bahwa "wewenang dan tanggung jawab untuk menyelenggarakan" balapan musim semi akan diserahkan kepada otoritas lokal. Keputusan itu mengikuti protes pada 25 January di alun-alun Sukhbaatar di Ulaanbaatar, di mana penunggang meminta agar larangan dicabut karena tradisi terancam.
Kritikus menyoroti risiko bagi joki anak, yang lazim berusia muda. Antara 1996 dan 2024 tercatat 53 joki anak tewas; antara 2017 dan 2024 ada 3.070 anak yang terjatuh dan 16 yang menjadi cacat. Tercatat pula ribuan joki anak terdaftar, banyak yang digaji di bawah upah minimum dan status pembayaran untuk 2.002 dari mereka tidak jelas. Debat juga melibatkan kekhawatiran tentang pendidikan, eksploitasi, dan kepentingan politik serta ekonomi di balik balapan.
Kata-kata sulit
- mencabut — Menghilangkan atau membatalkan aturan atau larangan
- dekrit — Keputusan resmi dari pemerintah atau otoritas
- wewenang — Kekuasaan atau hak untuk membuat keputusan
- penunggang — Orang yang menunggangi hewan, biasanya kuda
- joki anak — Anak yang bekerja sebagai pengendara kuda balap
- eksploitasi — Pemanfaatan orang secara tidak adil untuk keuntungan
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah menurut Anda otoritas lokal lebih baik mengatur balapan dibandingkan pemerintah pusat? Mengapa?
- Bagaimana cara yang mungkin untuk melindungi keselamatan dan pendidikan joki anak?
- Apakah seharusnya balapan musim dingin tetap dilarang sementara balapan musim semi diizinkan? Jelaskan pendapat Anda.
Artikel terkait
Dubioza Kolektiv: 'Yebiga', Kritik pada Kecerdasan Buatan
Grup Bosnia Dubioza Kolektiv merilis lagu berjudul "Yebiga" yang mengkritik ketergantungan pada kecerdasan buatan dan algoritme. Video satir menampilkan citra elit teknologi dan perangkat fiksi HEPEK, serta menerima banyak tayangan di YouTube.
Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara Daring
Dalam pemilu Januari 2026 beberapa calon perempuan Uganda menghadapi serangan online seperti gambar AI, deepfake, disinformasi, dan hinaan seksual. Teknologi memperkuat kekerasan yang sudah ada dan tidak ada undang-undang khusus untuk itu.