Calon Perempuan di Uganda Diserang Secara DaringCEFR A1
16 Feb 2026
Diadaptasi dari Prudence Nyamishana, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Andrew Itaga, Unsplash
- Perempuan aktif di politik Uganda sejak lama.
- Tokoh perempuan membuka ruang politik bagi orang lain.
- Pada pemilu banyak perempuan mencalonkan diri.
- Selama kampanye banyak calon perempuan diserang online.
- Serangan sering memakai gambar buatan dan video palsu.
- Ada juga hinaan seksual dan kata-kata yang menyakitkan.
- Beberapa unggahan menyebarkan disinformasi tentang kandidat perempuan.
- Teknologi membuat partisipasi perempuan dalam politik lebih sulit.
- Tidak ada undang-undang khusus untuk serangan berbasis teknologi.
- Laporan menyebut banyak perempuan pernah mengalami kekerasan.
Kata-kata sulit
- disinformasi — Informasi salah yang sengaja disebarkan
- kekerasan — Perlakuan kasar yang menyakiti orang
- kampanye — Kegiatan untuk menyampaikan dukungan politik
- kandidat — Orang yang mencalonkan diri untuk jabatan
- undang-undang — Aturan resmi yang dibuat negara
- teknologi — Alat dan sistem digital atau elektronik
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda pernah melihat serangan online terhadap seseorang?
- Apakah menurut Anda teknologi membuat politik lebih sulit untuk perempuan?
- Apakah Anda tahu apa itu disinformasi?
Artikel terkait
Karnataka Mengajukan RUU Devadasi 2025 dengan Pendekatan Berbasis Hak
Rancangan Undang-Undang Karnataka Devadasi (2025) menggeser fokus dari pelarangan ke model berbasis hak. RUU ini menekankan identitas hukum, dukungan ekonomi, pendidikan, dan konsultasi luas dengan lebih dari 15.000 Devadasi dan aktivis.
Kecerdasan Buatan Generatif Mengubah Pengalaman Perjalanan
Profesor bisnis menjelaskan bahwa kecerdasan buatan generatif dapat membaca suasana hati pelancong dan menyesuaikan saran perjalanan secara real time. Teknologi ini bekerja sebelum, selama, dan setelah perjalanan, namun menimbulkan kekhawatiran privasi dan etika.
Media sosial dorong penjualan daging satwa liar di Afrika Barat
Sebuah studi di jurnal One Health memperingatkan media sosial dapat meningkatkan perdagangan daging satwa liar di Afrika Barat. Peneliti menemukan iklan di Facebook, pengalihan ke WhatsApp, dan risiko penyakit yang berpindah dari hewan ke manusia.