- Para peneliti sedang membuat pakaian pintar untuk kesehatan.
- Pakaian ini memantau suhu tubuh dan gerakan terus.
- Kainnya lentur sehingga nyaman dipakai saat bergerak.
- Bahan khusus ditambahkan di kain untuk fungsi baru.
- Pakaian dapat memberi peringatan jika tanda tidak normal.
- Kain juga dapat membantu atur suhu tubuh lebih baik.
- Beberapa bahan dapat melawan bakteri di rumah sakit.
- Kain bisa menyimpan energi dari sinar matahari.
- Namun bahan ini bisa rusak jika sering dicuci.
Kata-kata sulit
- peneliti — orang yang bekerja melakukan penelitian ilmiah
- pakaian pintar — pakaian dengan teknologi atau sensor
- memantau — melihat atau mengecek sesuatu terus menerus
- lentur — mudah melengkung dan tidak kaku
- peringatan — kata atau sinyal yang memberitahu bahaya
- menyimpan — menaruh atau menjaga sesuatu untuk digunakan nanti
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apakah Anda ingin memakai pakaian pintar?
- Berapa kali seminggu Anda mencuci baju?
Artikel terkait
AI bantu layanan kesehatan di Sudan
Sistem kesehatan Sudan tertekan setelah hampir dua tahun perang. WHO memperingatkan kekurangan staf dan obat. Pejabat kesehatan mengatakan Sudan mulai memakai kecerdasan buatan untuk membantu perawatan di tempat layanan tradisional tidak lagi menjangkau.
Bagaimana Partikel Memperkuat Karet
Tim peneliti di University of South Florida menemukan mekanisme yang menjelaskan mengapa partikel mikroskopis menguatkan karet. Mereka memakai simulasi molekuler dan menemukan peran ketidaksesuaian rasio Poisson pada carbon black dalam membuat karet lebih kaku.
AI memperkuat prakiraan monsun dan membantu petani India
Alat AI seperti NeuralGCM meningkatkan prakiraan monsun di India. Pada musim panas ini, 38 million farmers menerima prakiraan empat minggu sebelum monsun, dan proyek ini akan diperluas ke banyak negara untuk membantu petani merencanakan tanam.
Bactery: Baterai dari Bakteri Tanah untuk Pertanian
Spin-out dari University of Bath mengembangkan Bactery, baterai yang memanfaatkan bakteri tanah untuk memberi daya sensor dan perangkat IoT di lahan pertanian dengan pasokan listrik sulit. Prototipe diuji sejak 2019 dan perusahaan menargetkan produksi kecil tahun 2026.