Hadiah Dewasa Memicu Kontroversi di Karnaval Trinidad dan TobagoCEFR A1
15 Feb 2026
Diadaptasi dari Janine Mendes-Franco, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Sonika Agarwal, Unsplash
- Karnaval sedang berlangsung di Trinidad dan Tobago sekarang.
- Sebuah band populer memberi hadiah kepada perempuan yang bermain mas.
- Hadiah itu adalah mainan dewasa berbentuk mawar kecil.
- Video membuka paket itu dibagikan di media sosial.
- Banyak orang kaget dan ada protes di internet.
- Seorang uskup mengatakan hadiah itu sudah melampaui batas.
- Pemimpin band bilang karnaval tentang kebebasan dan kesenangan.
- Beberapa orang bicara tentang keselamatan dan moral.
- Debat berjalan dan orang menuntut tanggung jawab serta aturan.
Kata-kata sulit
- karnaval — Perayaan besar dengan parade dan musik di jalan
- mainan dewasa — Benda untuk orang dewasa, bukan untuk anak-anak
- protes — Tindakan menolak atau mengkritik suatu keputusan
- uskup — Pemimpin tinggi dalam gereja Katolik
- melampaui — Melebihi batas atau tidak lagi wajar
- tanggung jawab — Kewajiban untuk menjelaskan atau memperbaiki sesuatu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Pernahkah kamu melihat karnaval?
- Apakah hadiah itu pantas menurutmu?
- Apakah kamu sering menggunakan media sosial?
Artikel terkait
Kesenjangan Pendidikan dan Akses Digital di Chiapas
Di dataran tinggi Chiapas, kemiskinan, tuna aksara, dan akses internet yang rendah membatasi peluang pendidikan bagi perempuan muda. Beberapa program seperti Low‑Tech dan Tecnolochicas menunjukkan kemajuan, tetapi dukungan jangka panjang masih diperlukan.
AI Mempelajari Nilai Budaya dari Perilaku Manusia
Penelitian University of Washington menunjukkan AI yang dilatih mengamati perilaku manusia dapat meniru nilai budaya. Eksperimen permainan dan tes donasi menunjukkan agen yang dilatih pada data kelompok Latino bertindak lebih tolong‑menolong.
Ageisme dalam keluarga menurut penelitian NYU
Peneliti NYU mempelajari ageisme di keluarga dan menggambarkan bagaimana stereotip dan tradisi memengaruhi perlakuan terhadap lansia. Makalah itu menyoroti dampak negatif dan memberi rekomendasi praktis; temuan juga dibagikan di Futurity.