LingVo.club
Level
Pameran "24/7" oleh Talia Levitt tentang Keibuan — Level B1 — People looking out large windows at autumn trees

Pameran "24/7" oleh Talia Levitt tentang KeibuanCEFR B1

16 Nov 2025

Level B1 – Menengah
3 mnt
146 kata

Talia Levitt, seorang artis berbasis di New York, menempatkan pengalaman keibuan di pusat pameran "24/7." Lukisan-lukisannya merespon irama yang saling bertumpuk: urgensi, kelelahan, sukacita, dan kelembutan setelah kelahiran anaknya. Beberapa karya menggunakan ilusi trompe-l'oeil dan pola yang mengingatkan tekstil untuk menciptakan efek visual kaya.

Praktiknya menggabungkan benda sehari-hari dengan teknik yang berakar dalam sejarah seni. Levitt menempatkan karyanya dalam dialog dengan lukisan still life Belanda, gerakan pola-dan-dekor feminis, dan tradisi kerajinan. Ia juga mempertanyakan persepsi dan realitas; lukisan-lukisannya mengundang pertanyaan tentang apakah sebuah gambar itu "jujur" atau "nyata."

Levitt meraih BFA dari Rhode Island School of Design pada 2011 dan MFA dari CUNY Hunter College pada 2019, lalu mengikuti Skowhegan pada 2019. Keibuan mengubah citra dan metodenya; produksi menurun, tetapi ia menyebut karya setelah kelahiran putrinya sebagai beberapa yang terkuat. Pameran akan dipindah ke K11 Art Foundation di Shanghai.

Kata-kata sulit

  • senimanOrang yang membuat karya seni.
  • pameranAcara untuk menunjukkan karya seni.
    pameran ini
  • menggabungkanMenyatukan dua atau lebih hal.
  • pengalamanPeristiwa yang dirasakan oleh seseorang.
    pengalamannya
  • dialogPercakapan antara dua pihak.
  • inspirasiDorongan untuk menciptakan atau melakukan sesuatu.
  • aksesibilitasKemudahan untuk diakses atau dijangkau.

Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.

Pertanyaan diskusi

  • Bagaimana seni dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari?
  • Apa pendapatmu tentang peran seniman sebagai orang tua?
  • Mengapa dialog dalam seni itu penting?

Artikel terkait

TikTok dan Politik Klan di Somalia — Level B1
23 Okt 2025

TikTok dan Politik Klan di Somalia

Penelitian menemukan TikTok memperkuat klanisme dan memicu polarisasi di Somalia. Aplikasi ini memudahkan mobilisasi, donasi digital, dan penyebaran konten emosional yang terkadang mendukung konflik, meski ada juga usaha promosi perdamaian.