Melis Buyruk membuka 2025 dengan dua pameranCEFR A2
8 Jan 2026
Diadaptasi dari Omid Memarian, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Rodrigo Castro, Unsplash
Melis Buyruk membuka tahun 2025 dengan dua pameran yang mendapat perhatian internasional. Satu pameran berjudul “Four Birds and One Soul” ditampilkan di Uni Emirat Arab, dan yang lain, “Because Some Things Are Still Beautiful,” hadir bersamaan dengan bagian solo Leila Heller Gallery di Contemporary Istanbul. Karyanya dipuji karena penggunaan porselen yang puitis.
Salah satu pameran terinspirasi oleh cerita Rumi dalam Masnavi tentang empat burung. Burung-burung itu mewakili keadaan batin: merak, gagak, ayam jantan, dan angsa. Buyruk mengatakan perhatian pada detail alam yang tenang bisa menjadi penopang, dan bahwa keindahan adalah sikap sadar, bukan sekadar hiasan.
Kata-kata sulit
- pameran — acara untuk menampilkan karya atau barang
- internasional — melibatkan lebih dari satu negara
- porselen — bahan keramik halus untuk membuat patung
- puitis — bersifat seperti puisi indah dan lembut
- mewakili — menjadi contoh atau simbol untuk sesuatu
- batin — keadaan perasaan dan pikiran dalam
- penopang — sesuatu yang memberi dukungan atau sandaran
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa pendapat Anda tentang ide bahwa keindahan adalah sikap sadar? Jelaskan singkat.
- Pernahkah Anda melihat pameran seni yang membuat Anda tenang? Ceritakan pengalaman singkat.
- Mengapa menurut Anda perhatian pada detail alam bisa menjadi penopang bagi seseorang?
Artikel terkait
Program Bantuan yang Selaras Budaya Bantu Perempuan Keluar dari Kemiskinan
Studi University of Michigan yang dipublikasikan di PNAS menemukan bahwa faktor budaya dan psikologis penting dalam program anti-kemiskinan. Intervensi yang sesuai nilai lokal meningkatkan kemajuan ekonomi perempuan di pedesaan Niger selama satu tahun.
Orang Romani di pinggiran São Paulo berjuang untuk pengakuan
Orang Romani di pinggiran Greater São Paulo menghadapi prasangka, banjir, dan kesulitan akses layanan publik. Tanpa pengakuan resmi dan data sensus, aktivis mengatakan kebijakan sulit dirancang dan pendidikan perlu diperbaiki.