Pameran "24/7" oleh Talia Levitt tentang KeibuanCEFR A2
16 Nov 2025
Diadaptasi dari Omid Memarian, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Julia Taubitz, Unsplash
Talia Levitt menampilkan pameran berjudul "24/7" yang mengeksplorasi bagaimana menjadi ibu memengaruhi kerja seninya. Ia menempatkan benda rumah tangga — empeng, pakaian bayi, kotak perhiasan — bersama buah, bunga, dan lilin di lukisannya.
Levitt memakai teknik lama dan baru, seperti ilusi trompe-l'oeil, pola mirip tekstil, kisi yang digores, serta cat yang dipipakan menyerupai jahitan. Ia menyebut karya-karya itu sebagai jurnal visual. Pameran ini juga akan dipindahkan ke K11 Art Foundation di Shanghai.
Kata-kata sulit
- seniman — Orang yang menciptakan karya seni.
- pameran — Acara untuk menunjukkan karya seni.
- karya — Ciptaan atau hasil kreativitas seseorang.karyanya
- perasaan — Apa yang dirasakan seseorang dalam hati.
- teknik — Cara atau metode untuk melakukan sesuatu.menerapkan
- kerumitan — Keadaan yang rumit atau sulit dimengerti.
- terinspirasi — Dorongan untuk menciptakan atau berkreasi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pengalaman menjadi seorang ibu dapat mempengaruhi seni?
- Apa arti seni bagi Anda?
- Mengapa penting untuk menggabungkan objek sehari-hari dengan seni?
Artikel terkait
Melihat Ketidakpastian sebagai Peluang
Penelitian ETH Zurich menguji apakah memandang ketidakpastian sebagai peluang mengubah sikap politik. Setelah presentasi singkat, peserta lebih positif terhadap keberagaman, lebih mendukung perubahan sosial, dan lebih kecil kemungkinan memilih AfD.
Farzana Sithi dan Perjuangan Perempuan setelah Juli–Agustus 2024
Farzana Sithi, aktivis dari Jessore, menjadi suara terkenal untuk hak perempuan setelah pemberontakan Juli–Agustus 2024. Ia melaporkan kekerasan, pelecehan daring, dan kegagalan pemerintah dalam menangani korban dan kuota perempuan.
Program Bantuan yang Selaras Budaya Bantu Perempuan Keluar dari Kemiskinan
Studi University of Michigan yang dipublikasikan di PNAS menemukan bahwa faktor budaya dan psikologis penting dalam program anti-kemiskinan. Intervensi yang sesuai nilai lokal meningkatkan kemajuan ekonomi perempuan di pedesaan Niger selama satu tahun.