Pameran "24/7" oleh Talia Levitt tentang KeibuanCEFR A2
16 Nov 2025
Diadaptasi dari Omid Memarian, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Julia Taubitz, Unsplash
Talia Levitt menampilkan pameran berjudul "24/7" yang mengeksplorasi bagaimana menjadi ibu memengaruhi kerja seninya. Ia menempatkan benda rumah tangga — empeng, pakaian bayi, kotak perhiasan — bersama buah, bunga, dan lilin di lukisannya.
Levitt memakai teknik lama dan baru, seperti ilusi trompe-l'oeil, pola mirip tekstil, kisi yang digores, serta cat yang dipipakan menyerupai jahitan. Ia menyebut karya-karya itu sebagai jurnal visual. Pameran ini juga akan dipindahkan ke K11 Art Foundation di Shanghai.
Kata-kata sulit
- seniman — Orang yang menciptakan karya seni.
- pameran — Acara untuk menunjukkan karya seni.
- karya — Ciptaan atau hasil kreativitas seseorang.karyanya
- perasaan — Apa yang dirasakan seseorang dalam hati.
- teknik — Cara atau metode untuk melakukan sesuatu.menerapkan
- kerumitan — Keadaan yang rumit atau sulit dimengerti.
- terinspirasi — Dorongan untuk menciptakan atau berkreasi.
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Bagaimana pengalaman menjadi seorang ibu dapat mempengaruhi seni?
- Apa arti seni bagi Anda?
- Mengapa penting untuk menggabungkan objek sehari-hari dengan seni?
Artikel terkait
Film Dokumenter tentang Igor Kon Raih Penghargaan
Sebuah film dokumenter tentang Igor Kon, yang dikenal sebagai seksolog Soviet pertama, memenangkan hadiah sutradara di Artdocfest pada Maret 2025. Film diproduksi oleh studio Berlin Narra dan koperasi Bereg lalu dirilis di kanal YouTube Meduza.
Vivien Sansour dan Perpustakaan Benih Palestina
Vivien Sansour mendirikan Perpustakaan Benih Warisan Palestina untuk menyelamatkan benih, tanaman, dan kisah pangan. Proyek itu berbasis di Battir dan menuntut perlindungan budaya serta pengetahuan pertanian di tengah penghancuran lahan.
Dari dokter jadi pengungsi: Elizabeth, musik, dan perlawanan
Setelah kudeta 2021, Exile Hub lahir untuk mendukung jurnalis dan pembela HAM Myanmar. Elizabeth, dokter yang menolak bekerja untuk junta, melarikan diri ke pengasingan dan membuat lagu serta seri video untuk merayakan perempuan Myanmar.