Pameran tentang Warisan Buruh Kontrak di KaribiaCEFR A2
27 Jul 2025
Diadaptasi dari Janine Mendes-Franco, Global Voices • CC BY 3.0
Foto oleh Joao Vitor Marcilio, Unsplash
Antara 1834 dan 1920 banyak orang datang ke Karibia untuk kerja kontrak. Sebagian besar berasal dari India, dan kedatangan mereka tetap memengaruhi budaya dan identitas di kawasan itu.
Dua kreator, Gabrielle Hosein dan fotografer Abigail Hadeed, membuat pameran berjudul "The Botanical Afterlife of Indenture: Imaginative Archives." Pameran dipajang di Art Society of Trinidad and Tobago di Port of Spain dari 10 hingga 21 Juni, dan proyek ini memakan waktu dua tahun.
Pameran menggunakan foto arsip dan karya baru. Hadeed menyorot tumbuhan yang dibawa dalam bungkusan perjalanan, seperti mangga, jambu biji, kunyit, jahe dan neem. Karya-karya itu juga menantang stereotip tentang perempuan Indo-Karibia dan mengajak penonton melihat warisan secara berbeda.
Kata-kata sulit
- pameran — acara menampilkan karya seni untuk publik
- arsip — kumpulan dokumen atau foto lama
- menyorot — memperlihatkan atau menekankan sesuatu penting
- stereotip — gambaran sederhana dan salah tentang kelompok
- warisan — benda, ide, atau tradisi dari masa lalu
- kawasan — daerah atau wilayah geografis tertentu
Tips: arahkan kursor, fokus, atau ketuk kata yang disorot di dalam teks untuk melihat definisi singkat sambil membaca atau mendengarkan.
Pertanyaan diskusi
- Apa yang menurutmu bisa dipelajari orang dari pameran seperti ini?
- Pernahkah kamu lihat foto lama keluarga? Bagaimana perasaanmu?
- Apakah ada tumbuhan dari negara asalmu yang penting untuk keluargamu? Sebutkan satu.
Artikel terkait
Perjalanan Sofa9a: migrasi dari Venezuela ke Kolombia
Sofa9a (nama samaran) menceritakan migrasinya dari Venezuela ke Saravena, Arauca pada 13 Januari 2021. Cerita ini menjelaskan kesulitan kesehatan, pekerjaan, izin perlindungan, diskriminasi, dan dukungan yang mereka alami hingga kembali ke Venezuela awal 2023.
Karnataka Mengajukan RUU Devadasi 2025 dengan Pendekatan Berbasis Hak
Rancangan Undang-Undang Karnataka Devadasi (2025) menggeser fokus dari pelarangan ke model berbasis hak. RUU ini menekankan identitas hukum, dukungan ekonomi, pendidikan, dan konsultasi luas dengan lebih dari 15.000 Devadasi dan aktivis.